Liputan6.com, London - Bila mendengar pepatah, "yang berjuang tapi tak diperhitungkan", entah mengapa yang muncul di benak kemudian adalah Arsenal. Bertahun-tahun sang arsitek, Arsene Wenger, dengan lantang berujar tim besutannya bakal berjuang untuk menjadi juara Premier League.
Belakangan, ucapan Wenger malah terdengar seperti sesumbar. Sekitar bulan Februari atau Maret, Sang Profesor biasanya mulai menurunkan sasarannya menjadi: tiket langsung ke Liga Champions musim depan.
Advertisement
Dan kita tahu pada akhirnya Arsenal hanya akan finis di posisi ketiga, bahkan keempat. Begitu hampir seterusnya sejak terakhir kali menjuarai Premier League musim 2003-2004. Musababnya pun dicari, ditelaah, bahkan diperdebatkan.
Dari mulai badai cedera yang seakan tak berhenti menerpa, hingga pelitnya manajemen Meriam London untuk belanja pemain bintang dianggap biang kegagalan Arsenal juara Premier League lagi. Sekelompok suporter The Gunners turut menyalahkan Wenger atas realitas bahwa klub kesayangan mereka mulai mengakrabi kegagalan.
Wenger Menolak Menyerah
Suara-suara sumbang yang menuntut Wenger dimakzulkan sempat nyaring terdengar seantero Emirates Stadium. Tapi Wenger menolak menyerah. Pelatih kelahiran Prancis ini masih berniat membuktikan diri, ia bukan juru taktik kedaluwarsa.
Ia percaya gaya sepak bola seksi yang diusungnya belum usang. Setidaknya ia masih bisa mengantarkan Arsenal juara Piala FA dua tahun terakhir. Setidaknya, Arsenal mampu dua kali mengalahkan juara Premier League di ajang bernama Community Shield.
Cukup? Tentu saja tidak. Juara Premier League tetap menjadi target utama klub bagian utara London ini. Menurut Direktur Arsenal, Lord Harris, dana sebesar 200 juta pounds (sekitar 4,2 triliun rupiah) sudah disiapkan klub untuk belanja pemain bintang dan demi kembali menjuarai Premier League. Lucunya, entah kenapa Wenger malah membantah pernyataan tersebut.
Tak bisa dimungkiri bahwa badai cedera kerap kali menjadi penyakit Arsenal setiap musimnya. Bukan lagi sebuah kejutan bila Theo Walcott, Jack Wilshere, Aaron Ramsey, Alex Oxlade-Chamberlain, Mikel Arteta, atau Olivier Giroud bergantian diterpa cedera.
Hantu Cedera Arsenal
Badai cedera layaknya kutukan bagi Arsenal. Seandainya lebih beruntung, Arsenal mungkin bisa finis di posisi lebih baik. Paling tidak, Walcott, Wilshere, dan Ramsey yang tengah dalam top perform tak perlu repot-repot mengembalikan kebugaran mereka lagi usai cedera panjang.