Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengincar konsumen Premium untuk beralih menggunakan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) baru Pertalite.
Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Ahmad Bambang mengaku tak mengkhawatirkan kehadiran Pertalite dapat merenggut pasar Pertamax. Pasalnya, masyarakat telah sadar memilih bahan bakar berkualitas.
Menurut dia, saat harga Pertamax dan Premium beda tipis, konsumen Premium dipastikan akan beralih menggunakan Pertamax. Namun ketika perbedaan harga kembali menjauh, konsumen tersebut tetap menggunakan Pertamax.
"Kita yakin dari Pertamax pindahnya akan sedikit. Sekarang Pertamax dengan Premium deltanya Rp 2.000 per liter, tapi nggak turun, yang terjadi konsumen Pertamax sudah sadar bahwa dia butuh yang bagus, buktinya selisih harganya saja dia (konsumen) tidak turun malah naik," kata Bambang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 31.10202, Jalan Abdul Muis Jakarta Pusat, seperti dikutip Jumat (24/7/2015).
Menurut Bambang, dengan kehadiran Pertalite, dapat merebut pasar Premium. Pasalnya, meski harga sedikit mahal dari Premium, tetapi kualitasnya mendekati Pertamax.
"Sekarang kebalik kalau kasih harga beda dengan Premium lebih kecil dengan barang yang bagus sesuai dengan kebutuhan mesin. Nah orang yang ingin produk baik tapi harga lebih terjangkau dibanding Pertamax ini yang kita geret," paparnya.
Bambang pun yakin, kualitas Pertalite bisa dibuktikan, setelah penggunaan BBM dengan kadar Research Octane Number (RON) 90 berlangsung lama.
"Karena sepeda motor sama matic kompresinya tinggi. Jadi kami punya keyakinan kalau ada Pertamax beda itu sedikt sekali. Jadi kami punya keyakinan. Nanti hasil uji pasar membuktikan," pungkasnya.(Pew/Nrm)
Advertisement