Dewi Persik: Saya Tidak Dicekal

AKIBAT goyangan dan dandanan, karier pedangdut Dewi Persik tergoncang. Betapa tidak, Pemerintah Daerah Tangerang dan Bogor dikabarkan mencekal Dewi untuk tampil di sana. Sampai di sini, Dewi masih terlihat tidak terganggu. Bahkan, ia sesumbar menggugat balik Wali Kota Tangerang Wahidin Halim jika be...

oleh Liputan6Diterbitkan 13 April 2008, 18:18 WIB
AKIBAT goyangan dan dandanan, karier pedangdut Dewi Persik tergoncang. Betapa tidak, Pemerintah Daerah Tangerang dan Bogor dikabarkan mencekal Dewi untuk tampil di sana. Sampai di sini, Dewi masih terlihat tidak terganggu. Bahkan, ia sesumbar menggugat balik Wali Kota Tangerang Wahidin Halim jika benar ia dicekal. Tanpa diduga, reaksi keras tersebut justru membuat Dewi semakin tersudut. Belakangan, tersiar kabar Depok dan Bandung pun akan mengambil langkah serupa. Baru setelah pencekalan melebar ke berbagai daerah, sikap Dewi mulai terlihat melunak. Untuk menjaga polemik terus berkepanjangan, Dewi pun menggelar jumpa pers di Jakarta, tadi malam. Bekas istri Saipul Jamil ini memohon maaf kepada semua pihak yang merasa tersinggung oleh pernyataan Dewi belakangan ini. "Kalau ada temen-temen atau pihak golongan yang tersakiti oleh saya, saya minta maaf sedalam-dalamnya," ucap Dewi. Dalam kesempatan yang sama, Dewi juga mengatakan pihaknya telah menghubungi Menteri Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault mengenai isu pencekalan dirinya. Menurut kelahiran Jember 18 Desember 1985 ini, Adhyaksa menyatakan, aksi panggung Dewi tidak dicekal di kota mana pun. "Alhamdulilah sampai detik ini tidak ada pencekalan," ujar Dewi. Meski demikian, Dewi mengatakan, ada beberapa hal mengganjal seiring berkembangnya rumor pencekalan. Karena aksi panggungnya, Dewi disebut-sebut sebagai perusak moral bangsa. "Kata-kata Dewi (Persik) yang menyebabkan generasi muda rusak, itu yang tidak bisa diterima," ujar penyanyi yang terkenal dengan Goyang Gergaji ini. Di lain pihak, Wahidin Halim terkesan enggan memperpanjang perkara. Ketika dikonfirmasi tentang kabar pencekalan Dewi, Wahidin tak mau berkomentar banyak. "Saya nggak mau nanggepin. (Isu pencekalan Dewi) terlalu kecil. Masak wali kota ngelawan begitu?" Demikian diucapkan Wahidin di Tangerang, baru-baru ini. Dengan kondisi ini, Dewi mungkin sudah mulai bisa bernapas lega. Namun, polemik kadung berkembang. Pro dan kontra di masyarakat sudah melebar hingga sejumlah tokoh merasa pantas ikut angkat bicara. Salah seorang tokoh yang tidak simpatik terhadap Dewi
Lanjut Baca:

adalah Fazaal Daath. Bagi karier Dewi, Fazaal bukan sembarang orang. Sebab, Dewi kerap membawakan lagu-lagu ciptaan Fazaal. Gara-gara kasus ini, Fazaal melarang Dewi menyanyikan lagu ciptaannya untuk kepentingan komersial. "Bukan hanya Dewi Persik, mungkin (artis dangdut seronok) yang lain juga (dilarang) begitu," kata Fazaal. Khusus kepada Dewi, Fazaal bahkan mengaku sudah mengambil langkah hukum. Sayang, hingga detik ini belum ada tanggapan dari Dewi. "Saya sudah melayangkan somasi melalui pengacara saya, tapi hingga saat ini Dewi Persik masih ngumpet," ujar Fazaal. Dalam pandangan Fazaal, artis dangdut seperti Dewi semakin mencoreng nama baik musik dangdut. "Dulu (dangdut) dibilang kampungan. Sekarang sudah nggak kampungan, (tapi masuk) ke comberan," kata Fazaal. Dewi menyambut sikap Fazaal dengan sikap dingin. Ia mengaku tidak berkeberatan bila dirinya tak bisa membawakan lagu karya pencipta tertentu. Toh ia masih bisa menyanyikan lagu karya pencipta lain. "Kalau saya mah santai-santai saja. Kalau mereka tidak nyaman lagunya saya nyanyikan ya tidak apa-apa," ujar anak dari pasangan Mochamad Aidil dan Sri Muna ini. Lebih jauh, Dewi menyatakan, akan terus bernyanyi dan bergoyang seperti biasa. Dewi merasa bertanggung jawab kepada masyarakat. Ia bergoyang seperti selama ini, karena masyarakat menginginkannya. Karena itu, dia merasa tidak boleh bersikap egoistis dengan tidak memberikan apa yang diinginkan masyarakat. Meskipun hal itu berisiko mengundang polemik. "Kalau mereka pingin soto, tiba-tiba saya menyajikan sop buntut kan tidak mungkin," ujar Dewi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya