Kisah Kakek Ungkap Pembunuh Cucunya yang Tewas di Manggarai

Kakek Ahmad Sugarna, Sadeli mendatangi satu per satu teman Ahmad hingga menginterogasi, menyamar, hingga menemukan pembunuh sang cucu.

oleh Audrey Santoso diperbarui 30 Jun 2015, 21:30 WIB
Seorang pria tewas tertabrak kereta api di Palmerah, Jakarta, Jumat, (8/5/2015). Puluhan warga tampak melihat jenazah korban yang tergeletak di pinggir rel. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta- Pembunuh pria yang ditemukan tewas di pinggir rel kereta Stasiun Manggarai Ahmad Sugarna (15) berhasil diidentifikasi. Uniknya identitas pelaku terkuak karena kegigihan sang kakek korban menyelidiki sendiri kasus pembunuhan cucunya.

Sang kakek, Sadeli (64) mencari informasi tentang pergaulan cucunya yang bekerja sebagai sopir tembak mikrolet M-01 di Terminal Senen, Jakarta Pusat. Berbekal keterangan dari berbagai sumber yang diketahui dekat dengan cucunya, kakek ini menyerahkan bukti-bukti yang membantu pihak kepolisian mengungkap misteri pembunuhan ini.

"Iya, kakeknya menyerahkan bukti rekaman seorang saksi yang melihat pembunuhan itu," ujar Kanit Reskrim Polsek Tebet Iptu Mudiran ketika dihubungi, Selasa (30/6/2015).

Kepada petugas, kata Mudiran, Sadeli menceritakan usahanya mengungkap pembunuh cucunya itu. Setelah berbincang dengan rekan Ahmad sang kakek akhirnya tahu Ahmad sedang menjalin asmara dengan seorang pengamen jalanan. Dari hasil perbincangan itu pula diketahui sang gadis sudah memiliki kekasih.

Investigasi yang dilakukan Sadeli juga mengungkap adanya pertemuan antara Ahmad dengan seorang pria di warnet sehari sebelum tewas. Dalam pertemuan itu, antara Ahmad dan pria itu terjadi cekcok.

"Kakeknya terus berkomunikasi dengan kami. Dugaannya sepertinya tepat, motif asmara karena keluarga pacar korban juga melapor usai kejadian, anak mereka hilang," terang Mudiran.

Sadeli lalu meminta bantuan cucu perempuannya untuk menyelidiki identitas pelaku di akun facebook pengamen jalanan yang kerap beroperasi di Jakarta Pusat dan menemukan foto terduga pelaku pencabut nyawa sang cucu. Tak hanya itu, ada beberapa pembicaraan di akun tersebut yang disinyalir mengenai Ahmad.

Sadeli bahkan tidak segan memberi ponsel pada seorang pengamen. Dengan syarat sang pengamen harus bisa masuk ke kelompok pengamen di Terminal Senen untuk mencari informasi lebih dalam soal orang yang diduga membunuh Ahmad. Cara itu berhasil. Pengamen mendapat foto dan rekaman para saksi. Semua data itu juga sudah diberikan ke petugas Polsek Tebet.

"Nama pelakunya juga disebutkan. Akan kita buru secepatnya," tegas Mudiran. (Don/Ali)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya