Surat Edaran KPU Dinilai Buka Pintu Politik Dinasti di Pilkada 2015

oleh Arny Christika PutriDiterbitkan 23 Juni 2015, 06:00 WIB
Surat Edaran KPU Dinilai Buka Pintu Politik Dinasti di Pilkada 2015
Peneliti Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhani (kedua kiri) saat konferensi pers di kantor ICW, Jakarta, Senin (22/6/2015). Konferensi itu terkait terbitnya Surat Edaran KPU (SEKPU) Nomor 302/KPU/VI/2015. (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Peneliti Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhani (kedua kiri) saat konferensi pers di kantor ICW, Jakarta, Senin (22/6/2015). Konferensi itu terkait terbitnya Surat Edaran KPU (SEKPU) Nomor 302/KPU/VI/2015. (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Toto Sugiarto dari Para Syndicate (kanan) saat konferensi pers di kantor ICW, Jakarta, Senin (22/6/2015). Konferensi itu terkait terbitnya Surat Edaran KPU (SEKPU) Nomor 302/KPU/VI/2015. (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Peneliti Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhani ketika konferensi pers di kantor ICW, Jakarta, Senin (22/6/2015). Konferensi itu terkait terbitnya Surat Edaran KPU (SEKPU) Nomor 302/KPU/VI/2015. (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Koordinator Bidang Korupsi dan Politik ICW, Donal Fariz (kiri) saat konferensi pers di kantor ICW, Jakarta, Senin (22/6/2015). Konferensi itu terkait terbitnya Surat Edaran KPU (SEKPU) Nomor 302/KPU/VI/2015. (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Toto Sugiarto dari Para Syndicate (kedua kanan) saat konferensi pers di kantor ICW, Jakarta, Senin (22/6/2015). Konferensi itu terkait terbitnya Surat Edaran KPU (SEKPU) Nomor 302/KPU/VI/2015. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya