Jelang Rilis BI Rate, IHSG Stagnan di Level 4.945

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 0,25 poin ke level 4.945,49 pada penutupan perdagangan saham Kamis pekan ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Juni 2015, 16:14 WIB
IHSG hari ini tampaknya mendapat sejumlah tantangan untuk melanjutkan penguatannya, Jakarta, Selasa (9/9/14). (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bervariasi dengan kecenderungan melemah menjelang akhir sesi pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Sentimen global dan dalam negeri cukup mempengaruhi laju IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (18/6/2015), IHSG melemah 0,25 poin (0,01 persen) ke level 4.945,49. Level tersebut sama dengan penutupan perdagangan saham kemarin. Indeks saham LQ45 menguat 0,05 persen ke level 850,58. Sebagian besar indeks saham acuan melemah pada hari ini.

Ada sebanyak 133 saham menghijau sehingga menahan pelemahan IHSG. Sementara itu, 133 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 97 saham lainnya diam di tempat.

Di awal puasa ini, transaksi perdagangan saham tidak terlalu ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 190.980 kali dengan volume perdagangan saham 5,33 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 3,8 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham malah menghijau. Penguatan sektor saham dipimpin oleh sektor saham barang konsumsi dengan naik 1,35 persen. Lalu sektor saham konstruksi dan manufaktur masing-masing mendaki 0,72 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 200 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual sekitar Rp 200 miliar.
Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham ERAA naik 6,8 persen ke level Rp 550 per saham, saham INDF mendaki 4,18 persen ke level Rp 6.850 per saham, dan saham LPPF menguat 4,23 persen ke level Rp 17.250 per saham.

Sedangkan saham-saham yang menekan indeks saham antara lain saham ADHI turun 3,77 persen ke level Rp 2.040 per saham, saham SSMS tergelincir 2,45 persen ke level Rp 1.790 per saham, dan saham BBRI melemah 2,05 persen ke level Rp 10.775 per saham.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, laju IHSG cenderung sideway pada hari pertama puasa. Hal itu lantaran pelaku pasar menanti hasil pengumuman suku bunga acuan/BI Rate. Ditambah sentimen pernyataan bank sentral Amerika Serikat/The Federal Reserve soal suku bunga yang dinaikkan secara bertahap.

"Gerak IHSG sideways. Pelaku pasar menunggu hasil BI Rate. Ini juga menekan sektor saham perbankan, dan sektor saham ini termasuk berkontribusi besar ke pasar modal," ujar William saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, IHSG tertekan dari sentimen global. Pernyataan bank sentral AS soal suku bunga yang akan dinaikkan secara bertahap meski tidak terlalu tinggi juga mempengaruhi IHSG. "Tekanan juga dari luar pengaruh dari The Fed," tegas William. (Ahm/)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya