Hotel di Solo Dapat Berkah dari Pernikahan Gibran-Selvi

"Hotel di Solo penuh semua," kata Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani.

oleh Septian DenyDiterbitkan 11 Juni 2015, 15:20 WIB
Akad nikah Gibran-Selvi. (Liputan6.com/Faisal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Berlangsungnya pernikanan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda di Solo, Jawa Tengah ternyata membawa dampak positif bagi dunia usaha di kota tersebut, khususnya sektor perhotelan.

Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengatakan, lantaran adanya hajatan besar ini, rata-rata okupansi hotel di Solo mencapai di atas 90 persen.

"Hotel di Solo penuh semua," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Dia mengatakan, hotel-hotel di Solo mulai diserbu sejak 9 Juni 2015 atau bertepatan dengan berkantornya Presiden Jokowidi kota tersebut. Namun tingkat hunian paling tinggi terjadi sejak Rabu (10/6/2015) kemarin.

"Mulai ramai sejak tanggal 9 Juni. Kan mulai acara adatnya kemarin. Mungkin akan ramai sampai weekend. Tapi peak-nya mulai kemarin," kata dia.

Akibat banyaknya permintaan akan hunian hotel ini, pengusaha pun menaikkan tarif hotelnya. Hal tersebut dianggap sebagai hal yang biasa terjadi selama kenaikannya masih dalam batas wajar.

"Kenaikan tarif pasti ada, karena kan kalau demand tinggi dan ada kamar kosong kan harganya ikut naik juga," lanjutnya.

Haryadi menjelaskan, kenaikan tarif ini merupakan kebijakan hotel masing-masing sehingga besarannya pun berbeda-beda. Tetapi biasanya yang menaikkan tarif paling besar adalah hotel-hotel favorit dan berada di tengah kota.

"Naiknya tiap hotel beda-beda. Tapi tidak banyak, tergantung hotelnya. Kalau hotelnya favorit, di tengah kota dan aksesibilitasnya mudah, mereka bisa lebih mahal, sekitar 10 persen-15 persen," tandasnya. (Dny/Ndw)

 
 
 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya