Pendiri Toko Narkoba Online Diduga Pernah Bunuh Pelanggannya

Ulbricht pernah diperas oleh seorang hacker yang juga menjadi pelanggan situs Silk Road miliknya.

oleh Adhi Maulana diperbarui 02 Jun 2015, 11:12 WIB
Ulbricht pernah diperas oleh seorang hacker yang juga menjadi pelanggan situs Silk Road miliknya.

Liputan6.com, Jakarta - Ross Ulbricht, pendiri situs jual beli narkoba online Silk Road yang baru saja dijatuhi hukuman penjara seumur hidup ternyata juga merupakan tersangka kasus pembunuhan. 

Meski belum terbukti, namun berdasarkan data pada server Silk Road yang kini dikuasai oleh FBI, Ulbricht diduga pernah menggunakan jasa seorang permbunuh bayaran untuk menghabisi nyawa pelanggan situsnya. Bagaimana ceritanya?

Baca juga: Pemilik Situs Toko Narkoba Online Divonis Penjara Seumur Hidup

Dilansir laman Forbes, pada tahun 2013 lalu, seorang pelanggan Silk Road dengan nama akun "FriendlyChemist" mengaku berhasil meretas database situs milik Ulbricht tersebut.

"FriendlyChemist" mengklaim dirinya memiliki daftar panjang identitas asli para pelanggan Silk Road dan mengancam akan membeberkannya di dunia maya. Ia pun meminta uang tebusan sebesar US$ 500.000 sebagai imbalan pada Ulbricht.

Merasa diperas, Ulbricht yang menggunakan akun anonim "Dread Pirate Roberts" (DPR) lalu mencari seorang pembunuh bayaran di situs Silk Road. Sampailah ia berkenalan dan berkomunikasi dengan seorang pembunuh bayaran dengan nama akun "redandwhite".

Negoisasi terjadi di antara keduanya. Percakapan tawar-menawar harga jasa pembunuhan dan pembocoran informasi terkait alamat tempat tinggal "FriendlyChemist" tersimpan di server Silk Road.

"FriendlyChemist tinggal di White Rock, British Columbia, Canada, bersama seorang istri dan 3 anak. Beri tahu aku jika Anda membutuhkan alamat lengkapnya," tulis pesan Ulbricht melalui akun "DPR" kepada akun "redandwhite" tertanggal 27 Maret 2013.

"Redandwhite" pun membalas, "Harganya (jasa pembunuhan) US$ 150.000 hingga US$ 300.000 tergantung Anda ingin bersih atau tidak bersih."

Di tanggal 31 Maret 2013, akun "redandwhite" kembali mengirimkan pesan kepada Ulbricht yang berbunyi, "Aku sudah menerima uangnya. Kami sudah tahu di mana ia (FriendlyChemist) tinggal, semua akan diselesaikan malam ini. Aku akan mengabari perkembangannya."

Hingga kini, Pengadilan Federal Amerika Serikat sama sekali belum mengangkat kasus pembunuhan yang melibatkan Ulbricht itu. Minimnya bukti dan anonimitas akun di situs Silk Road membuat FBI sulit menyelidiki siapakah pembunuh bayaran bernama akun "redandwhite" dan siapakah korban bernama akun "FriendlyChemist".

Bahkan, sebagian ahli yang bekerja untuk FBI pun masih ragu apakah pembunuhan tersebut benar-benar pernah terjadi atau tidak.

(dhi/dew)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya