Mengunjungi Benteng Victoria di Tengah Laut

Terlihat menyeramkan dari jauh, namun bagian dalamnya sungguh mengagumkan.

oleh Indy KeningarDiterbitkan 01 Juni 2015, 19:35 WIB
Terlihat menyeramkan dari jauh, namun bagian dalamnya sungguh mengagumkan.

Liputan6.com, Portsmouth Seperti markas rahasia kelompok superhero dalam cerita fiksi saja, benteng baja ini tiba-tiba muncul di tengah lautan.

Dengan dinding berlapis besi hitam, benteng ini sudah berdiri selama 150 tahun. Saat pertama kali didesain, fungsinya adalah untuk melindungi angkatan laut Portsmouth dan pantai utara Inggris dari Perancis.

Kini, fungsinya sudah beralih menjadi hotel unik untuk memanjakan pengunjung. Ruang-ruang yang dahulu digunakan oleh para tentara untuk tidur berdesakan, kini disulap menjadi kamar yang nyaman dan mewah. Titik-titik mengamati musuh, kini berubah menjadi lokasi bersantai sambil minum gin and tonic.

Foto dok. Liputan6.com

Dari lokasi ini, Anda bisa menyaksikan pemandangan 360 derajat.

Totalnya, ada 4 benteng, dibangun antara tahun 1861-1880 setelah dikomisikan oleh mantan perdana menteri Lord Palmerston. Ia sedikit terlambat dalam perjanjiannya membela Britania Raya dari Napoleon.

Ironisnya, walau dibangun dengan terburu-buru karena tekanan komisi, saat bangunan itu selesai dibangun, ancaman penjajahan justru sudah berkurang. Bangunan ini dikenal dengan Palmerston’s Follies, nama yang melekat walau bangunan ini berawak selama Perang Dunia 1 dan 2, seperti dilaporkan dari dailymail.co.uk, Senin (1/6/2015).

Foto dok. Liputan6.com

Interior kamar yang mewah.

Dari keempatnya, tiga berlokasi tersebar dari Solent ke Portsmouth, dan dimiliki oleh entrepreneur Mike Clare (penggagas toko tempat tidur Dreams).

Spitbank Fort yang terkecil, dibuka pada tahun 2012 sebagai properti mewah untuk penyewaan pribadi, dan dalam waktu singkat menjadi lokasi paling eksklusif dan tidak biasa di Inggris.

Foto dok. Liputan6.com

Lorong menuju kamar dan ruang tengah yang dilengkapi lampu gantung raksasa. 

Foto dok. Liputan6.com

 

Mercusuar yang juga bagian dari bangunan dan memiliki kamar suite di lantai bawahnya.

 

No Man’s Fort jadi yang selanjutnya, dan dibuka resmi pada April 2015 ini sebagai hotel yang dilengkapi 22 kamar tidur, helipad, bak air panas di atap, spa, dan taman buatan, hingga lokasi bermain golf. Sedangkan bangunan ketiga saat ini masih dalam keadaan terpencil, dengan kemungkinan adanya penawaran tur.

Foto dok. Liputan6.com

Lokasi bermain golf yang cocok untuk lokasi duduk-duduk.

Foto dok. Liputan6.com

 

Menikmati sunset dari atap mercusuar.

Pemandangan 360 derajat merupakan salah satu penawaran istimewa saat menginap di keempat bangunan benteng ini. Dengan jendela ala kapal pesiar dan tempat duduk yang nyaman, seharian berada di tempat ini tidak akan membuat Anda bosan, pasalnya di tempat ini Anda bisa memperhatikan perahu yacth, kapal pesiar, dan kapal kontainer saling berlalu-lalang sepanjang hari. (ikr/ibo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya