Tim SAR Hentikan Pencarian Eri Mahasiswa Jatuh di Puncak Merapi

Hal itu dilakukan karena hari sudah gelap dan pencarian dilanjutkan besok.

oleh Edhie Prayitno Ige diperbarui 17 Mei 2015, 22:53 WIB
Usai melakukan upacara peringatan HUT RI ke-69, sejumlah pendaki melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Merapi, Jawa Tengah, (17/8/2014). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Boyolali - Lebih dari 150 personel tim SAR gabungan yang bertugas mencari Eri Yunanto, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta ditarik ke posko. Hal itu dilakukan karena hari sudah gelap dan pencarian dihentikan sementara untuk dilanjutkan besok.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Kantor SAR Semarang Tri Joko Priyono menyatakan, pencarian terkendala medan yang sulit. Meski begitu, Search Rescue Unit (SRU) 1 maupun SRU 2 yang sudah mencapai puncak berhasil menemukan anchore untuk membuat sistem yang kemudian digunakan menuruni kawah sedalam 200 meter tersebut.

"Kesulitannya utamanya karena tak ada pepohonan di puncak. Padahal pepohonan itu yang hendak digunakan sebagai anchore. Jadi harus mencari batu yang bisa digunakan untuk mengaitkan tali anchore. Sementara bebatuan vulkanik di atas tidak semuanya kokoh. Ditakutkan batuannya masih lapuk sisa erupsi tahun 2010 lalu," kata Joko, Minggu (17/5/2015) malam.

Selain anchor, lanjut Joko, pencarian juga terkendala cuaca dan kabut yang megakibatkan jarak pandang terbatas.

"Mudah-mudahan saja besok cuaca bagus, jadi proses pencarian bisa berjalan efektif dan korban dapat segera ditemukan untuk selanjutnya dievakuasi," kata Joko.

Eri Yunanto adalah mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Ia mendaki gunung Merapi bersama 5 rekan lainnya.

Ia berangkat sejak Jumat 15 Mei 2015 pukul 19.00 WIB. Pada hari itu pula sekitar pukul 22.00 WIB, rombongan mahasiswa itu tiba di pos pendakian Gunung Merapi di Selo, Boyolali.

Lalu pada pukul 23.00 WIB, Eri bersama lima rekannya mulai mendaki hinggga pada Sabtu pukul 03.30 WIB, sampai di Pasar Bubrah dan beristirahat di sana. Namun dari enam pendaki, hanya 3 orang yang sampai di Pasar Bubrah, sedangkan 3 teman lainnya hanya sampai di pos 2 karena kelelahan.

Sesampainya di puncak, mereka berfoto ria. Termasuk foto di puncak Garuda. Setelah dirasa cukup, pada Pukul 11.00 WIb, Eri hendak turun dari puncak Garuda hingga terjadi musibah ini.

Diduga Eri terpeleset dikarenakan pijakan kakinya yang tidak kuat menopangnya. Eri Jatuh lalu rekannya, Dicky turun meminta bantuan SAR.

Eri Yunanto adalah Putra terakhir dari 3 bersaudara dari pasangan Nuryanto dan Intan Farida. ‎(Ali)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya