SEJAK hijrah ke Jakarta pada tahun 1977, baru akhir pekan silam, Didin Bagito punya kesempatan naik panggung di tanah kelahirannya, Rangkasbitung, Banten. Kesempatan itu datang berkat undangan dari pemerintah daerah setempat. Jika bukan karena undangan tersebut, Didin mengaku mungkin masih lama bisa menengok tanah kelahirannya.
Maklumlah sejak kedua orang tuanya meninggal, Didin memang mengurangi frekuensi pulang kampung. "Yang pasti, kalau Lebaran saya pasti pulang, paling tidak melihat makam Ibu dan Bapak," jelas lelaki bertubuh sedang itu.
Jarang pulang bukan berarti Didin lupa dengan Bahasa Sunda. "Itu [bahasa] tak akan pernah lupa. Apalagi kalau saya sedang berkumpul dengan keluarga di Jakarta, kami masih menggunakan Bahasa Rangkas, biar tidak lupa dengan akar," kata dia.
Ada kerinduan lain dalam diri adik pelawak Miing ini. Didin ingin berbuat sesuatu bagi Rangkasbitung. Meski rencana itu masih dipendamnya, ia sedikit buka rahasia. "Misalnya mengadakan peragaan busana khas Baduy yang dibawakan oleh peragawan dan peragawati Ibu Kota," ujarnya sembari tertawa. Serius atau melawak Kang?
Didin Bagito Rindu Kampung Halaman
SEJAK hijrah ke Jakarta pada tahun 1977, baru akhir pekan silam, Didin Bagito punya kesempatan naik panggung di tanah kelahirannya, Rangkasbitung, Banten. Kesempatan itu datang berkat undangan dari pemerintah daerah setempat. Jika bukan karena undangan tersebut, Didin mengaku mungkin masih lama bisa...
Diterbitkan 29 Agustus 2005, 15:48 WIBPOPULER
1 2 3 4 5
Berita Terbaru
Pesan Berantai Hoaks yang Sempat Viral, Simak Daftarnya
- 2 jam yang lalu
Cek Fakta: Satir Raffi Ahmad Rekomendasikan Asistennya Jadi Wakil Kepala BGN
- 4 jam yang lalu
Deretan Hoaks Terbaru Seputar Bansos, Simak Daftarnya
- 5 jam yang lalu
Cek Fakta: Hoaks Biaya Transportasi saat Berobat Bisa Diganti BPJS Kesehatan
- 22 jam yang lalu
Deretan Hoaks Terkait Cuaca yang Sempat Viral, dari Rekayasa hingga Kondisi Ekstrem