Liputan6.com, Jakarta - Bursa transfer pemain adalah momen sebuah klub sepak bola merombak skuat. Banyak kejutan dari para manajer sepak bola dalam kegiatan transfer pemain.
Manajer Chelsea, Jose Mourinho adalah ahli susun formasi yang sering memberikan kejutan di bursa transfer. Dia tak ragu melepas pemain bintangnya, seperti Juan Mata, Andre Schurlle hingga Romelu Lukaku.
Meski sering melepas pemain berlabel bintang, Mourinho juga pandai mencari pengganti yang lebih hebat. Contoh kecilnya ketika dia melepas Mohamad Salah ke Fiorentina, Januari lalu. Di saat yang bersamaan, Mourinho juga mendapat pemain setimpal, yakni Juan Cuadrado.
Mau tahu transfer tukar guling tersukses lainnya? Simak ulasannya di halaman berikut!
Advertisement
1
David Luiz dan Nemanja Matic
Tahun 2011, Chelsea melepas gelandang jangkung penuh bakat, Nemanja Matic ke Benfica. Sebagai gantinya, The Blues mendatangkan pemain asal Brasil, David Luiz yang bisa bermain sebagai bek tengah ataupun gelandang bertahan.
Luiz adalah pemain bertahan yang cukup tajam. Selama memperkuat The Blues, pria berusia 27 tahun tersebut mencetak 12 gol dari 143 penampilan di semua kompetisi.
Namun, pada awal musim 2014-15, Mourinho melepas Luiz ke Paris Saint-Germain. Sebagai gantinya, Mourinho menarik lagi pemain yang dibuang Chelsea ke Benfica, Matic.
Dalam permainan 4-2-3-1 yang diterapkan pelatih berkebangsaan Portugal tersebut, kemampuan Matic lebih dibutuhkan ketimbang Luiz.
2
Samuel Eto'o dan Zlatan Ibrahimovic
Tahun 2009, Barcelona melepas striker terbaiknya, Samuel Eto'o ke Inter Milan. Los Blaugrana --sebutan Barcelona-- melepas Eto'o demi mendapatkan penyerang terbaik Swedia, Zlatan Ibrahimovic.
Inter yang mendapatkan Eto'o seperti mendapatkan durian jatuh. Kehadiran penyerang asal Kamerun itu membuat Inter berhasil menjuarai Serie A tahun 2010, Coppa Italia (tahun 2010 dan 2011) dan UEFA Champions League (2009-10).
Namun keadaan berbeda dialami Barcelona. Ibrahimovic tidak bisa menunjukkan performa terbaiknya. Dia hanya semusim bersama Los Blaugrana dengan mencetak 16 gol dari 29 pertandingan di La Liga.
3
Ashley Cole dan William Gallas
Tahun 2006 terjadi transfer kontroversial. Ketika itu, William Gallas sudah bosan bermain untuk Chelsea dan berjanji bakal mencetak gol bunuh diri jika dimainkan. Sedangkan Ashley Cole yang memperkuat Arsenal mencari bayaran yang lebih besar.
Akhirnya, Chelsea dan Arsenal pun sepakat barter pemain. Cole bisa dikatakan sukses dan menikmati waktunya bersama Chelsea. Dia berhasil mengoleksi 1 gelar Liga Premier Inggris, 4 trofi FA Cup, 1 piala Liga Champions dan 1 gelar Europa League.
Sedangkan Gallas yang sempat menjabat sebagai kapten Arsenal tidak mendapatkan apa-apa. Dia gagal memberikan gelar untuk tim besutan Arsene Wenger tersebut.