3 Manfaat Periksa Sendiri Tensi Anda di Rumah

Berikut tiga manfaat lakukan periksa tekanan darh mandiri bagi pasien hipertensi.

oleh Benedikta Desideria diperbarui 01 Apr 2015, 08:00 WIB
Berikut tiga manfaat lakukan periksa tekanan darh mandiri bagi pasien hipertensi.

Liputan6.com, Jakarta Bila dokter sudah menyatakan Anda menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, sebaiknya rutinlah periksa tensi secara mandiri di rumah. Ini bukan berarti Anda mengesampingkan tenaga medis. Tentu saja pemeriksaan tekanan darah mandiri tidak boleh dilakukan sembarangan. Kardiolog dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta, dokter Siska S. Danny, SpJP menyarankan agar penderita mengikuti petunjuk agar hasilnya akurat.

"Pastikan juga alat pengukur tekanan darah terkalibrasi setiap enam bulan untuk memastikan bahwa alat tersebut berfungsi baik. Perlu diingat pengukuran tekanan darah mandiri tidak menggantikan kontrol rutin ke dokter dan jangan mengubah terapi tanpa konsultasi. Ini salah satu cara membantu pasien dan dokter agar menjadi mitra yang baik dalam mengelola hipertensi," terang kardiolog dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta, dokter Siska S. Danny, SpJP di Jakarta, Selasa (31/3/2015).

Pemeriksaan tekanan darah mandiri juga disarankan pada wanita hamil dan juga pasien yang memiliki kecurigaan adanya hipertensi terselubung. Siska mengungkapkan, paling tidak ada tiga manfaat pasien hipertensi melakukan pemeriksaa tekanan darah mandiri, antara lain : 

1. Konfirmasi diagnosis
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa saat memeriksakan tekanan darah di rumah sakit, puskesmas, maupun klinik tekanan darah lebih tinggi 20-30 persen dibandingkan saat di rumah. Kondisi ini disebut juga dengan white-coat effect.
Nah, dengan pemeriksaan di ruman untuk mengkonfirmasi bahwa memang benar bahwa seseorang tekanan darahnya di atas rata-rata.

2. Monitoring terapi
Pada pasien hipertensi yang memiliki tekanan darah sangat tinggi, biasanya akan diberikan terapi obat. Dengan pemeriksaan tekanan darah mandiri pasien bisa memonitor bagaimana dampak terapi tersebut yang berdampak pada pemberian obat.

3. Memperbaiki ketaatan konsumsi obat
Hipertensi terkait dengan pengobatan jangka panjang, namun seringkali ketaatan pasien sangat rendah. Nah, bila pasien mengetahui tekanan darah mandiri ia bisa mengetahui bagaimana kondisi tekanan darahnya. Hal ini menimbulkan partisipasi kesehatan pasien.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya