Pemerintah akan Ikut Tanggung Beban Stok BBM Pertamina

Menurut Menteri ESDM Sudirman Said, seharusnya beban penyediaan ketahanan energi tersebut menjadi tanggung jawab negara.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 31 Mar 2015, 16:42 WIB
Ilustrasi Minyak Pertamina (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah akan ikut menanggung beban penyediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini hanya ditanggung PT Pertamina (Persero).

Pertamina dikatakan sudah berupaya meningkatkan ketersediaan BBM, saat harga minyak dunia mengalami penurunan beberapa waktu lalu.

 "Kalau laporan dari Pertamina, sebetulnya mereka ada upaya meningkatkan stok. Ketika harga lagi murah stok naik," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (31/3/2015).

Menurut Sudirman, seharusnya beban penyediaan ketahanan energi tersebut menjadi tanggung jawab negara. Sebab itu pemerintah akan ikut menanggung beban penyediaan BBM.

Saat ini pemerintah melalui Kementerian ESDM dengan Pertamina sedang mencari formula yang tepat untuk membagi beban ketersediaan BBM tersebut.

"Tapi ini kan ini mesti dibagi, mana korporasi, mana negara. Formula tetap akan dicari.  Tadi kita diskusikan juga, korporasi yang bisa tanggung dan wajar itu dengan benchmark negara lain seperti apa," tutur Sudirman.

PT Pertamina menyatakan akan mengurangi stok solar dari 19 hari menjadi 17 hari. Pengurangan stok ini dipastikan tidak akan menyebabkan kebutuhan masyarakat menjadi tak cukup.

Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Wiyanda Pusponegoro mengatakan, perbedaan harga solar subsidi dan solar non subsidi yang tipis konsumen beralih menggunakan solar non subsidi.

Wiyanda menambahkan, dengan begitu maka konsumsi solar bersubsidi mengalami penurunan, sehingga cangan solar bisa hanya 17 hari. "Itu waktu sebelumnya memang lebih tinggi, tapi kita lihat sekarang memang dengan konsumsi Tadi turun," tutupnya.(Pew/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya