Kontraktor Tak Bonafide Bikin Proyek Kelistrikan Mandek

Proyek percepatan 10 ribu megawatt (MW) tahap II sampai saat ini belum sepenuhnya rampung karena terganjal beberapa masalah.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 30 Mar 2015, 17:04 WIB
(Foto:Liputan6.com/Nurseffi Dwi Wahyuni)

Liputan6.com, Depok - Proyek percepatan 10 ribu megawatt (MW)  tahap II  sampai saat ini belum sepenuhnya rampung karena terganjal beberapa masalah.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan, proyrek kelistrikan yang dicanangkan Pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu tersebut paling besar bermasalah pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

"Itu lebih bermasalah lagi karena kebanyakan geotermal (panas bumi)," kata  Sudirman, dalam acara Kebijakan dan Langkah Strategis dalam Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan, di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Senin (30/3/2015).

Sudirman mengungkapkan, permasalahan tersebut bersumber dari penunjukan kontraktor pembangunan pembangkit yang tidak memiliki kemampuan, sehingga tidak bisa menjalankan komitmen.

"Sayangnya geotermal jatuh kepada developer yang kurang bonafide. juga program bagi teman teman didaerah dan jatuhnya ke pihak pihak yg belum bonafit," tutur Sudirman.

Menurut Sudirman, hal tersebut menjadi pelajaran pemerintah dalam menjalankan program ketenagalistrikan, untuk lebih selektif dalam menunjuk pengembang ketenagalistrikan dari pihak swasta.

"Padahal eksplorasi geotermal itu membutuhkan biaya. Ini menjadi pelajaran bagi kita," pungkasnya. (Pew/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya