Lemak Bisa Obati Diabetes?

Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Salk Institute menemukan, lemak sebagai 'senjata baru' dalam perang melawan diabetes tipe 2.

oleh Fitri SyarifahDiterbitkan 29 Maret 2015, 08:00 WIB
Ilustrasi Diabetes

Liputan6.com- AS Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Salk Institute menemukan, lemak sebagai 'senjata baru' dalam perang melawan diabetes tipe 2.

Peneliti, Alan Saghatelian, Ph.D dan Barbara Kahn, MD melakukan penelitian dan menemukan kelas baru lemak (lipid) yang berpotensi untuk terapi. Lemak ini disebut fatty-acid esters of hydroxy fatty acids (FAHFAs) yang ditemukan pada orang dengan resistensi insulin.

Menurut peneliti, FAHFAs yang diberikan pada tikus diabetes ternyata dapat membantu meningkatkan sekresi metabolisme glukosa dan insulin. Pengobatan ini tentu membuka jalan untuk mengembangkan obat baru diabetes.

Tim Kahn di Beth Israel Medical Deaconess Center sebelumnya mengungkapkan kalau mereka bisa menciptakan tikus gemuk yang luar biasa sensitif terhadap insulin. Menggunakan teknik spektrometri massa, para peneliti mengidentifikasi 16 jenis FAHFAs pada tikus.

"Lipid diberikan kepada tikus dan diamati. Kami juga mengukur kadar FAHFA dalam sampel darah dari subyek manusia, dan menemukan tingkat yang lebih rendah dengan resistensi insulin," kata peneliti, seperti dikutip Times of India, Jumat (27/3/2015)

Peneliti berharap FAHFA akan dikembangkan untuk mengobati diabetes tipe 2.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya