Seberapa Jago 5 Eks-Nahkoda Timnas Taklukkan "Ombak Ganas" ISL?

Lima pelatih tersebut turun gunung menangani ISl. Dua di antara mereka paling dinanti kiprahnya.

oleh Rejdo PrahanandaDiterbitkan 26 Maret 2015, 20:00 WIB
Benny Dollo (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Gelaran ISL musim 2015 dipastikan bakal lebih berwarna. Selain kedatangan pemain dari Eropa, pelatih berlabel Timnas Indonesia "turun gunung" melatih klub ISL.

Tercatat, lima pelatih ISL mencoba peruntungan di level klub. Bahkan, dua nama tersebut sempat dipuja namun kariernya bersama Tim Nasional kandas lantaran prestasi tidak cemerlang.  Di samping itu, masih terdapat nama-nama pelatih yang sebenarnya sudah 'karatan' di klub namun sempat melatih timnas.

Siapa saja mereka? Bagaimana kiprah mereka? Penyedia data statistik LabBola coba memberikan angka-angka yang menunjukkan siapa eks-nahkoda timnas paling jago mengatasi ombak ganas ISL?

Berikut ulasannya>>


1

PSM Makassar dan Alfred Riedl

Alfred Riedl (PSM)

Alfred Riedl akan memulai debutnya menangani klub indonesia. PSM Makassar mendapat kesempatan pertama dilatih oleh Riedl. Selama ini, pelatih asal Austria itu dikenal sebagai pelatih timnas di kawasan Asia Tenggara, tidak terkecuali Indonesia.

Sepanjang 2014, pelatih berpaspor Austria ini menangani Timnas Indonesia di 16 pertandingan, dengan hasil 9 kali menang, 4 kali imbang, dan 3 kali kalah. Hasil yang sebenarnya tidak terlalu buruk, namun, Riedl dinilai gagal karena langkah Indonesia di Piala AFF terhenti di babak penyisihan grup setelah kalah bersaing dengan Vietnam dan Filipina.

Bersama PSM, Riedl diharapkan dapat mengembalikan kejayaan tim berjuluk Juku Eja tersebut. Riedl diharapkan dapat menyatukan pemain muda berbakat seperti Muchlis Hadi dan Maldini Pali dengan pemain senior berpengalaman macam Syamsul Chaeruddin dan Ponaryo Astaman agar PSM Makassar dapat berbicara banyak di pentas LSI 2015.

Banyak menimba ilmu dari Eropa, Riedl termasuk pelatih bertangan besi. Dia tidak sungkan menumpahkan isi hati dan bicara blak-blakan di hadapan di depan anak asuhnya dan media. Bahkan, seusai kekalahan Timnas dari Filipina di babak penyisihan grup Piala AFF 2014, Riedl menyampaikan sendiri isyarat bakal mundur sebagai pelatih.


2

Benny Dollo (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Benny Dollo (Sriwijaya FC)

Pelatih yang satu ini sudah tidak asing lagi dengan klub dan Timnas Indonesia. Benny Dollo mengawal karier pelatih di Pelita Jaya Karawang di era Galatama. Dia sukses membawa Pelita Jaya juara tiga kali di kompetisi tersebut.

Lanjut Baca:

Pada ISL 2015, Sriwijaya FC menjadi klub yang akan memakai jasa pelatih kawakan ini. Tak tanggung-tanggung, Benny pun langsung dibebankan target untuk mengantarkan SFC menjadi juara di musim pertamanya menukangi tim asal Sumatra Selatan ini. Di musim sebelumnya, Benny Dollo menukangi Persija Jakarta. Tim Berjuluk Macan Kemayoran itu berhasil finis di peringkat 5 Wilayah Barat musim lalu di bawah kepemimpinan Bendol. Capaian tersebut membuat Persija harus tersingkir dari persaingan menuju Babak 8 Besar karena selisih satu poin dengan Pelita Bandung Raya yang finis di peringkat 4. Menyelesaikan 20 pertandingan bersama Persija musim lalu, Bendol mencatatkan hasil  9 kali menang, 7 kali imbang, dan 4 kali kalah. Bendol terkenal sebagai pelatih yang tidak kenal kompromi. Dia terhitung galak pada pemain bila pemain  tidak mengikuti instruksi. Meski begitu, hal tersebut menjadi nilai lebih pelatih asal Manado tersebut. Kini dia ditunjuk menjadi pelatih sementara alias caretaker Timnas Indonesia dalam dua pertandingan uji coba FIFA match day 25 dan 30 Maret 2015. Di pertandingan pertama, Indonesia asuhan Benny menyerah dengan skor tipis 1-0, Rabu kemarin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya