Ingin Jadi Negara Maju, Ekonomi RI Harus Tumbuh Di atas 10%

Untuk menjadi negara maju pertumbuhan ekonomi Indonesia harus double digit.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 26 Maret 2015, 13:45 WIB
Ilustrasi pertumbuhan Ekonomi (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,7 persen di tahun ini. Angka ini, lebih optimis dibandingkan tahun 2014.

Namun target tersebut belum bisa membuat Indonesia menjadi negara maju. Sebab pertumbuhan ekonomi tersebut masih sangatlah kecil.

Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf‎ mengungkapkan untuk menjadi negara maju pertumbuhan ekonomi Indonesia harus double digit.

"Korea itu saja tahun 2000 pendapatan perkapitanya sudah US$ 14.274, Indonesia kalau pertumbuhan ekonomi stabil 6 persen itu tahun 2030‎ pendapatan perkapitanya hanya US$ 8.531, jadi belum maju," kata dia di kantor Indef, Jakarta, Kamis (26/3/2015).

Dia juga melakukan perhitungan, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata sampai tahun 2030 sebesar 10 persen, maka tahun 2030  pendapatan per kapita baru bisa menembus US$ 16.618 per tahun.

‎Dengan pendapatan perkapita tersebut baru menjadi potensi Indonesia untuk keluar dari middle income trap sudah cukup terwujud. ‎"Kalau kita hanya tumbuh 6-8 persen, atau kalau tumbuh 7 persen, tidak mungkin kita akan jadi orang kaya baru di 2030," tegas dia.

Namun hal itu tetap ada beberapa catatan yang harus dilakukan pemerintah. Catatan-catatan tersebut adalah bagaimana upaya pemerintah dapat mengendalikan adanya praktek kartel dalam dunia usahanya.

Dengan persaingan dunia usaha yang lebih sehat. Hal itu akan menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup pesat. (Yas/Nrm)‎

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya