Sayur & Buah Dijual Online, Seberapa Potensial?

Faktanya, di sebagian besar negara maju saja penjualan online produk groceries belum berbuah manis.

oleh Denny Mahardy diperbarui 23 Mar 2015, 19:04 WIB
Pedagang Sayur (Liputan6.com/Johan Tallo )

Liputan6.com, Jakarta - Belanja online mulai memperlihatkan geliat pertumbuhan di Indonesia. Banyak perusahaan baru yang menawarkan layanan belanja online dengan aneka produk ke Tanah Air.

Produk groceries termasuk buah-buahan dan sayur-mayur kini menjadi satu dari sekian banyak kategori produk yang mulai ditawarkan secara online. HappyFresh adalah salah satu pionir penyedia layanan belanja online jenis produk groceries via perangkat mobile.

Supra Boga Lestari sebagai induk dari Ranch Market dan Farmers Market digandeng untuk menyediakan produk yang disediakan HappyFresh. Perusahaan ini mengakui langkahnya turut merambah bisnis online merupakan tindakan antisipasi yang dilakukan oleh perusahaan.

"Kita masuk ke bisnis online sebagai antisipasi dari tren belanja online yang mulai berkembang. Tapi terus terang di kategori groceries orang lebih suka belanja langsung ke store daripada metode belanja lain," ungkap Nugroho Setiadharma, Presiden Direktur Ranch Market.

Nugroho mengaku telah melakukan pengamatan pasar ke berbagai negara di dunia. Faktanya, di sebagian besar negara maju yang memiliki pertumbuhan pesat di industri belanja online memang masih belum sukses mengembangkan penjualan produk groceries.

"Di negara manapun, industri belanja online yang menawarkan produk groceries belum berkembang pesat. Lain halnya seperti produk lain entah elektronik, gadget dan barang-barang lainnya yang memperlihatkan peningkatan," ujar Nugroho.

Dirinya menargetkan sistem belanja online hasil kerjasama dengan HappyFresh akan menyumbang maksimal 5% dari nilai pendapatan perusahaannya sepanjang 2015. "Dapat 5% maksimal revenue kita sudah cukup besar. Kita coba dulu saja," tandasnya.

(den/dhi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya