Bebaskan Visa 25 Negara, RI Bakal Kantongi Rp 13 Triliun

Pemerintahan Jokowi sepakat untuk membebaskan visa bagi turis 25 negara yang berkunjung ke Indonesia.

oleh Fiki AriyantiDiterbitkan 16 Maret 2015, 15:05 WIB
Inggris memperkenalkan Super Priority Visa untuk Pemegang Paspor Tiongkok.

Liputan6.com, Jakarta- Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sepakat untuk bagi turis 25 negara yang berkunjung ke Indonesia. Kebijakan tersebut akan mendatangkan devisa dan pemasukan bagi negara ini hingga nyaris US$ 1 miliar atau sekira Rp 13 triliun.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, dalam paket kebijakan ekonomi stabilisasi rupiah, pemerintah memasukkan tambahan 25 negara dari sebelumnya hanya 15 negara.

"Jadi kalau ditambah 25 negara, totalnya 40 negara ke Indonesia. Diantaranya negara Rusia, Jepang, Korea, Tiongkok, Amerika serikat dan hampir seluruh negara Eropa," ujar dia usai Rakor Perkembangan Nilai Tukar di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2015).

Dengan kebijakan tersebut, Arief menghitung, catatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) akan melonjak 15 persen atau bertambah sekira 750 ribu wisman ke Indonesia. Saat ini rata-rata kunjungan wisman mencapai 5 juta orang.

 

Foto dok. Liputan6.com


"Tambahannya 750 ribu wisman. Kalau dikalikan pengeluaran mereka US$ 1.200 per orang, didapat tambahan pemasukan US$ 900 juta atau hampir US$ 1 miliar. Itu penambahan dari bebas visa," jelasnya.

Jika diitung, hampir US$ 1 miliar dikalikan dengan kurs rupiah Rp 13.000 per dolar AS, maka potensi pendapatan yang dikantongi Indonesia dari kebijakan bebas visa mencapai nyaris Rp 13 triliun.

"Kontribusi pariwisata saat ini 9 persen terhadap PDB atau US$ 80 miliar. Sedangkan devisanya menyumbang US$ 11 miliar. Dengan bebas visa ini, kontribusi akan naik 7,5 persen atau sekira US$ 1 miliar," pungkas Eks Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk itu. (Fik/Ndw)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya