Saksi Mata Eksekusi Mati dan Setahun Hilangnya MH370 Paling Hits

Berikut Top 5 News edisi Minggu 8 Maret 2015.

oleh RochmanuddinRizki GunawanOscar FerriAndreas Gerry Tuwo diperbarui 09 Mar 2015, 07:35 WIB
Ilustrasi eksekusi mati

Liputan6.com, Jakarta - Romo Carolus, pastur di Gereja Santo Stephanus, Cilacap, Jawa Tengah diminta menjadi pendamping terpidana mati, Rodrigo Gularte. Terpidana mati asal Brasil itu masuk daftar eksekusi mati tahap 2 yang akan dilaksanakan Kejaksaan Agung dalam waktu dekat ini.

Namun bukan kali ini saja sang pastur menjadi pendamping sekaligus saksi mata terpidana mati menghirup udara terakhirnya di depan regu tembak. Ia pernah mendampingi 2 terpidana mati Hansen Antonius Nwaolisa dan Samuel Iwuchukwu Okoye. Kedua terpidana warga negara Nigeria itu ditembak mati pada 26 Juni 2008 di Bukit Nirbaya, Nusakambangan.

Nah, kisah Romo Carolus itu ternyata paling mencuri perhatian para pembaca di kanal News Liputan6.com sepanjang Minggu 8 Maret 2015. 4 Berita lain, termasuk artikel Setahun Hilangnya MH370, juga menarik banyak pembaca.

Selengkapnya Top 5 News...

1. Romo Carolus, Saksi Mata Eksekusi Mati di Nusakambangan

Bukan kali ini saja pastur yang memiliki nama lengkap Charles Patrick Edward Burrows itu menjadi pendamping sekaligus saksi mata terpidana mati menghirup udara terakhirnya di depan regu tembak.

Jauh sebelum ini, ia sudah pernah mendampingi 2 terpidana mati Hansen Antonius Nwaolisa dan Samuel Iwuchukwu Okoye. Kedua terpidana warga negara Nigeria itu ditembak mati pada 26 Juni 2008 di Bukit Nirbaya, Nusakambangan. Dan Romo Carolus saat itu menyaksikan langsung eksekusi mati kepada keduanya itu dilakukan.

Saat ditemui Liputan6.com di Gereja Santo Stephanus, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2015), Romo Carolus menceritakan kembali bagaimana detik-detik sebelum Antonius dan Samuel tewas setelah jantungnya ditembus timah panas regu penembak.

Simak berita selengkapnya di sini

2. 8-3-2014: Setahun Hilangnya MH370 dan Berbagai Teori Konspirasi

"Mana ayahku, aku ingin bertemu?" tanya seorang anak usia empat tahun kepada sang ibu, Danica Weeks soal bapaknya, Paul Weeks yang hilang bersama pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 beserta 238 penumpang lain.

"Setiap kali anakku berteriak menanyakan hal itu, aku harus jawab apa," imbuh Danica Weeks, seperti dimuat Liputan6.com dari SBS, Sabtu (8/2/2015). "Aku cuma bisa bilang maaf anakku, aku tak bisa membawa ayahmu ke sini."

Berita selengkapnya klik di sini

3. Setahun Berlalu, Ini 4 Alasan Pesawat MH370 Belum Ditemukan

Tiga kecelakaan pesawat berskala besar terjadi pada 2014 lalu. Ketiganya merupakan maskapai asal Malaysia. Dua di antaranya Malaysia Airlines. Satu lagi, AirAsia.

Dua dari tiga insiden, yakni Malaysia Airlines MH17 dan AirAsia QZ8501 sudah hampir terpecahkan. Setidaknya puing pesawat dan korban ditemukan.

Namun tidak demikian bagi MH370. Sudah setahun berlalu, namun kapal terbang yang mengangkut 239 orang itu belum juga ditemukan.

Berita tersebut selengkapnya ada di sini

4. Menanti Eksekusi Mati yang Tak Kunjung Pasti

Siang itu, usai menjenguk suaminya yang memiliki nama alias Mustofa itu, Fatimah enggan memberikan tanggapannya. Wanita yang mengenakan kerudung motif bunga-bunga tersebut bergegas menuju sebuah taksi. Dia juga menutup mulutnya dengan masker.

Perempuan berkulit putih dan hidung mancung itu adalah istri‎ terpidana mati warga Nigeria, Sylvester Obiekwe Nwolise. Fatimah mengunjungi suaminya yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Dia didampingi kerabatnya, Novarita.

Hanya Novarita yang mau memberikan keterangan kepada awak media usai menjenguk Sylvester. Dia mengatakan, eksekusi mati kemungkinan batal dilakukan Sabtu 7 Maret 2015 besok.

"Kelihatannya eksekusi hari Sabtu ditunda. Saya tahu tadi dari orang dalam lapas," ujar Novarita di Dermaga Wijaya Pura, Tambakreja, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat kemarin, 6 Maret.

Simak berita mendalam tersebut di tautan ini

5. Boko Haram Nyatakan Dukungan kepada ISIS

Pemberontak radikal Nigeria Boko Haram semakin menebar teror. Namun, bukan serangan atau ancaman yang dilancarkan milisi tersebut.

Kali ini Boko Haram mengambil sikap yang akan membuat pihak keamanan di Nigeria dan seluruh dunia semakin mewaspadai gerak-gerik kelompok tersebut. Sikap tersebut adalah Boko Haram resmi menyatakan dukungan dan siap bersekutu dengan kelompok radikal terbesar di dunia saat ini, ISIS.

Dukungan tersebut disampaikan oleh pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau. Buronan nomor satu di Nigeria ini menyampaikan pesan tersebut melalui media sosial Twitter menggunakan bahasa Arab.

"Kami mengumumkan dukungan dan persatuan kami dengan Khalifah dari kaum Muslim," kata Shekau seperti dikutip dari Belfast Telegraph Minggu 8 Maret 2015.

Berikut lanjutan beritanya di sini

(Ans)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya