Cukupi Kebutuhan, Jokowi Minta Eksekusi Hasil Penelitian Pangan

Menurut Presiden Jokowi, kombinasi BUMN dengan Kementerian dapat mengembangkan produk pangan sehingga memenuhi kebutuhan pangan Indonesia.

oleh Agustina Melani diperbarui 08 Mar 2015, 18:31 WIB
Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong penggunaan lahan tidak produktif milik Kementerian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Perhutani untuk tanaman pangan dan peternakan guna memenuhi kebutuhan nasional.

"Ini kalau segera dilaksanakan, yang namanya urusan ternak berarti masuknya ke daging bisa selesai. Kalau tadi urusan jagung urusan padi gogo juga diperluas langsung semuanya dikerjakan di tanah-tanah yang dulu tidak produktif, hanya dipakai untuk tanam pohon, kemudian dikombinasi dengan tanaman pertanian ini akan melompakan hasil produksi yang luar biasa," ujar Presiden Jokowi, seperti dikutip dari situs Setkba, Minggu (8/3/2015).

Jokowi meyakini, kombinasi BUMN dengan Kementerian, kemudian ada lagi nanti PTP yang urusan sawit bisa dimasukkan sapi dan jagung.

"Ini kombinasi yang belum pernah dilaksanakan secara besar-besaran. Ini yang akan kami besarkan," kata Jokowi.

Terkait hal itu, Jokowi juga menegaskan perlunya keberanian negara untuk mengeksekusi sebuah penelitian yang sudah diujicobakan di lapangan sekaligus sudah dihitung hasil dari setiap panen dan area tanamnya.

Menurut Jokowi, saat ini negara memiliki peluang dan kesempatan untuk mengembangkan produk-produk yang sudah dicoba di lapangan. Akan tetapi, tidak diperluas secara besar-besaran. Padahal, hitungan dan kalkulasinya jelas, tetapi tidak berani dilaksanakan secara luas.

Ia mencontohkan, produktivitas jagung, padi gogo, dan hasil ternak sapi yang berdampingan dengan hutan yang selama puluhan tahun tidak berani dikembangkan.

Jika negara mengintervensi terhadap produktivitas pangan dan daging ini, maka akan mendongkrak hasil sektor pertanian dan peternakan luar biasa bagi rakyat.

Selama ini, lanjut Jokowi, peternakan sapi sekitar hutan ditakutkan karena akan merusak tegakan baru. Namun dengan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan oleh Puslitbang Perhutani kini tidak perlu dirisaukan lagi.

"Para peneliti sudah melakukan praktik melalui gundukan di sekitar tanaman tegakan jati, sehingga ternak sapi dan kambing tidak bisa merusak bahkan kotoronnya justru menjadi bahan pupuk bagi tanaman tersebut," tutur Jokowi. (Ahm/)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya