Thomas Gigi Berniat Mensomasi Rapi Films

KARYA cipta itu seperti anak, begitu pengakuan Thomas Ramdhan, pemain bas grup musik Gigi. Orang tua di mana pun tak rela anaknya diambil orang. Kalau sudah begini, masuk akal kiranya jika dia mencak-mencak tatkala mengetahui sebuah lagu ciptaannya dijadikan <i>jingle</i> sebuah sinetron produksi Rapi Films. Tanpa permisi pula. Menurut Thomas, Rapi Films tidak bisa begitu saja menggunakan karyanya tanpa sepengetahuan sang pencipta. Itu sama saja melanggar hak cipta. &quot;Saya menginginkan pe...

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Desember 2003, 14:25 WIB
KARYA cipta itu seperti anak, begitu pengakuan Thomas Ramdhan, pemain bas grup musik Gigi. Orang tua di mana pun tak rela anaknya diambil orang. Kalau sudah begini, masuk akal kiranya jika dia mencak-mencak tatkala mengetahui sebuah lagu ciptaannya dijadikan jingle sebuah sinetron produksi Rapi Films. Tanpa permisi pula. Menurut Thomas, Rapi Films tidak bisa begitu saja menggunakan karyanya tanpa sepengetahuan sang pencipta. Itu sama saja melanggar hak cipta. "Saya menginginkan pengakuan," kata Thomas. Itulah sebabnya, Thomas dan pengacaranya melayangkan surat keberatan ke Rapi Films, pertengahan Desember silam. Sayang, hingga kini, menurut Thomas, pihak Rapi Films belum memberi jawaban. Sedianya, jika sampai batas waktu yang ditentukan, pihak Rapi Films tak kunjung menanggapi keberatan Thomas, personel Gigi itu akan kembali melayangkan surat yang lebih keras dengan menyertakan pasal-pasal dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (Hak Kekayaan Intelektual). Lebih jauh, Thomas menekankan, seberapa pun durasi sebuah lagu, itu tetap sebuah karya seseorang. "Prosesnya harus dihargai," dia menandaskan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya