Liputan6.com, New York - Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Rabu (Selasa) ini di mana Dow dan S & P 500 mencetak rekor. Ini terjadi usai investor berusaha untuk menafsirkan kesaksian Kepala Federal Reserve Janet Yellen.
Dow Jones Industrial Average naik 92,35 poin atau 0,51 persen ke posisi 18.209,19. Sementara indeks S & P 500 naik 5,82 poin atau 0,28 persen menjadi 2.115,48 dan Nasdaq Composite bertambah 7,15 poin atau 0,14 persen menjadi 4.968,12. Nasdaq naik untuk sesi kesepuluh, beruntun terpanjang sejak Juli 2009.
Yellen mengatakan kepada komite kongres bahwa Fed sedang mempersiapkan untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga melalui pertemuan-pertemuan.
Advertisement
Sementara ekonom telah mengharapkan hal ini terjadi pada Juni, beberapa investor melihat komentar Yellen sebagai indikator kenaikan suku bunga pertama Fed sejak tahun 2006.
"Semua berita pada saat ini berjalan baik," kata Rick Meckler, Presiden LibertyView Capital Management di Jersey City, New Jersey melansir laman Reuters.
Menurut dia, ini tidak cukup untuk menyebabkan peningkatan yang signifikan pada saat ini. Satu-satunya hal yang akan memberi kenaikan saat ini adalah pertumbuhan laba.
Namun investor ekuitas tidak bereaksi secara dramatis karena mereka cenderung lebih terfokus pada indikator ekonomi seperti data pekerjaan yang akan keluar dalam seminggu, kata Jim Paulsen, kepala investasi di Wells Capital Management di Minneapolis.
"Ada saja yang tampaknya tidak menjadi reaksi besar dengan pasar saham AS," kata Paulsen.
Adapun harga saham yang naik seperti Home Depot (HD.N) yang bertambah 3,98 persen, meningkatkan indeks S & P 500 dan Dow. JPMorgan Chase (JPM.N) naik 2,5 persen.
Sekitar 5,9 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata 6,9 miliar berdasarkan month-to-date, menurut BATS Global Markets. (Nrm)