Pilih Mobil Listrik, Warga Jepang Sudah Anti Pakai BBM

Tingginya jumlah pengguna mobil listrik di Jepang tak lain karena biaya yang digunakan jauh lebih murah.

oleh Yongki SanjayaDiterbitkan 20 Februari 2015, 10:17 WIB
Tingginya jumlah pengguna mobil listrik di Jepang tak lain karena biaya yang digunakan jauh lebih murah.

Liputan6.com, Tokyo - Saat ini mobil listrik menjadi tren baru di jagat otomotif. Sejumlah pabrikan berlomba-lomba menciptakan mobil anti BBM sebagai bentuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Nah, Jepang bisa dibilang menjadi salah satu negara yang sukses memasarkan sekaligus mempopulerkan kendaraan listrik. Ini terbukti dari jumlah stasiun pengisian mobil listrik yang lebih banyak daripada SPBU.

Melansir laman Autoevolution, Jumat (20/2/2015), jumlah pengisian mobil listrik di Jepang yang mencakup fast-charger dan pengisian yang terdapat di rumah-rumah pemilik mobil sudah mencapai 40 ribu unit. Sementara itu, jumlah SPBU yang ada di seantero negara tersebut hanya sebanyak 34 ribu unit.

Tingginya jumlah pengguna mobil listrik di Jepang tak lain karena biaya yang digunakan jauh lebih murah dan pengisiannya yang mudah diinstalasi dimanapun. Selain itu, pemerintah juga memberi dukungan dengan menciptakan lebih banyak infrastruktur untuk mobil listrik ketimbang mobil konvensional.

Dijelaskan, pemerintah Jepang butuh waktu hingga puluhan tahun untuk membangun infrastruktur SPBU. Hal ini begitu kontras saat membangun stasiun pengisi daya yang butuh waktu relatif singkat.

>>>Klik laman berikutnya [mobil listrik solusi]

Tinggi peminat

Diprediksi kedepannya, jumlah mobil listrik di Jepang akan terus meningkat. Tingginya peminat mendorong banyak pabrikan otomotif menyediakan lini model mobil anti BBM untuk negara tersebut.

(Ysp/Gst)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya