Ditanduk Banteng, Paha Remaja AS di Spanyol Sobek 40 Cm

Benjamin Miller yang berusia 20 tahun ditanduk dan dilontarkan beberapa kali dalam festival banteng dan matador yang digelar 14 Februari.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 16 Feb 2015, 19:53 WIB
Acara festival banteng. (Daily Mail)

Liputan6.com, Madrid - Seorang remaja Amerika dilaporkan terluka parah akibat ditanduk banteng dalam sebuah festival. Ia pun terpaksa dirawat di unit gawat darurat sebuah rumah sakit di Salamanca Barat, Madrid.

Benjamin Miller yang berusia 20 tahun ditanduk dan dilontarkan beberapa kali dalam festival banteng dan matador yang digelar pada Sabtu 14 Februari. Bertepatan dengan perayaan hari kasih sayang atau Valentine Day.

Insiden tersebut terjadi pada gelaran hari pertama Carnaval del Torro di dekat kota Ciudad Rodrigo.

Akibat luka yang cukup parah, Miller menjalani operasi selama tiga jam untuk memulihkan kerusakan organ pada paha dan punggungnya.

"Ini bukan luka terparah yang pernah saya lihat, namun ini luka tandukan terbesar yang harus saya operasi," ujar dokter bedah Enrique Crespo seperti dikutip dari VOA News, Senin (16/2/2015).

Dilansir dari Daily Mail mengutip media Spanyol Pulso, remaja itu memiliki luka sobek sepanjang 40 cm pada paha kirinya. Menurut pihak berwenang, kondisinya berangsur pulih pada Minggu 15 Februari.

Anggota dewan kota, Pedro Munoz, mengatakan dua pria yang tak diidentifikasi juga terluka akibat tandukan banteng, namun luka mereka tidak seserius Miller. Pria-pria itu berasal dari Spanyol dan Skotlandia.

Festival banteng dan matador ini merupakan hal biasa di Spanyol, namun para pengecam kerap mengkritisi acara yang menarik perhatian internasional itu sebagai acara yang berbahaya.

"Antara 45.000 dan 50.000 orang telah datang pada akhir pekan untuk festival empat hari tahun ini, yang menyertakan adu banteng dan lari-lari dikejar banteng," kata Munoz.

Ciudad Rodrigo yang berpenduduk 14.000 orang adalah kota katedral kecil dekat perbatasan Portugal, yang merupakan tujuan wisata populer. Kota ini mempertahankan benteng kunonya dan merupakan lokasi pertempuran kunci antara tentara Napoleon dan pasukan Inggris di bawah komando Duke of Wellington dari 1810 sampai 1812. (Tnt/Yus)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya