Kerjasama Proton dan Adiperkasa Murni Bisnis

Kerjasama Proton dan Adiperkasa bukan untuk memproduksi mobil nasional (mobnas).

oleh NurmayantiDiterbitkan 10 Februari 2015, 17:25 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken kontrak kerjasama dengan Proton Holdings Berhad untuk pengembangan dan produksi mobil nasional.

Liputan6.com, Jakarta - Rencana kerjasama PT Adiperkasa Citra Lestari menggandeng Proton Holdings Berhad untuk mengembangkan industri otomotif nasional dinilai bukan hal yang salah.

Ini diungkapkan Pengamat otomotif Suhari Sargo yang melihat Proton dan Adiperkasa hanya ingin membangun pabrik dan membuat mobil.

"Tak ada yang salah dengan langkah beliau (Hendropriyono). Ini business to business antara kedua perusahaan, Proton perusahaan Malaysia dan Adiperkasa perusahaan asal Indonesia," jelas dia di Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Suhari juga mengingatkan jika Menteri Perindustrian Saleh Husin telah menyampaikan pernyataannya jika kerjasama Proton dan Adiperkasa bukan untuk memproduksi mobil nasional (mobnas).

"Jadi dua perusahaan swasta ini kerjasama untuk membangun pabrik di Indonesia. Itu saja, kesampingkan dulu Mobnas, ini business to business," ujarnya.

Sebelumnya Menperin menyampaikan, bahwa penandatangan nota kesepahaman (MoU) Proton dan Adiperkasa tidak ada kaitannya dengan mobnas. "Itu murni sekedar kesepakatan antara private to private (B to B) saja, dan bukan keputusan pemerintah, murni bisnis," ujar Saleh

Saleh menjelaskan, MoU itu dilakukan untuk enam bulan ke depan dalam melakukan kerjasama, melakukan studi kelayakan. Dan pemerintah, ia memastikan kembali, belum ada rencana membuat program mobil nasional.(Nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya