The Imitation Game, Alan Turing & Penemuan Komputer

Alan Turing bukan penemu komputer seperti diklaim film The Imitation Game. Tapi jasanya demikian besar bagi kita.

oleh Ade IrwansyahDiterbitkan 23 Januari 2015, 17:50 WIB
The Imitation Game kupas kehidupan ahli komputer Inggris Alan Turing, saat ia memecahkan kode Jerman.

Liputan6.com, Jakarta PERINGATAN: Artikel ini mungkin mengandung spoiler atau bocoran cerita film The Imitation Game.

"Mesin yang indah, yang bukan hanya bisa memanipulasi angka-angka, tetapi juga mampu menciptakan musik dan mengolah kata," 

—Ada Lovelace (1815-1852), dikutip dari Walter Isaacson, The Innovators: How a Group of Hackers, Geniuses, and Geeks Created the Digital Revolution (2014)—

Sebagan besar dari kita tentu bisa menjawab ketika ada yang bertanya: Siapa penemu telepon? Siapa penemu mesin uap? Atau, siapa penemu lampu pijar listrik? Jawabannya masing-masing adalah: Alexander Graham Bell, James Watt, dan Thomas Alva Edison.

Namun, saat ditanya siapa penemu komputer, banyak yang tak tahu jawabannya. Setelah menonton film ini, The Imitation Game, kita mungkin bakal menjawab, komputer ditemukan oleh Alan Turing.

Siapakah Alan Turing? Saya akan membahasnya di bawah.

Yang ingin saya bahas terlebih dahulu adalah, ada alasannya kenapa kita tak tahu persis siapa penemu komputer. Sebab, pada hakikatnya, tidak ada penemu tunggal semacam Alexander Graham Bell, James Watt, Edison, atau Guglielmo Marconi si penemu radio, dalam proses penciptaan benda yang kini kita anggap salah satu barang paling penting peradaban manusia modern itu.

Tahun lalu terbit buku bagus yang ditulis Walter Isaacson, mantan pemimpin redaksi majalah Time yang juga menulis biografi Einstein dan Steve Jobs. Judulnya The Innovators: How a Group of Hackers, Geniuses, and Geeks Created the Digital Revolution. Tesis utama yang disodorkan Isaacson adalah, revolusi digital yang sedang kita alami hari ini pada dasarnya adalah proses evolusioner yang melibatkan berbagai penemu berikut pencapaian-pencapaian mereka.

Komputer modern dan jejaring Internet berasal dari sekian banyak temuan sebelumnya: mesin hitung mekanik, pemrograman, transistor, chip, peranti lunak, antarmuka grafis, dan macam-macam lagi. Cerita Isaacson di bukunya atas penciptaan komputer modern bahkan merentang hingga ke kisah Ada Lovelace, ahli matematika yang sudah mengangankan sebuah mesin “yang tak hanya bisa memanipulasi angka-angka, tetapi juga mampu menciptakan music dan mengolah kata.” Ada menyebutnya "sebuah mesin yang indah."

Lanjut Baca:

Dengan memahami tesis utama Walter Isaacson di atas, bagaimana kita kemudian mendudukkan Alan Turing. Benarkah ia penemu komputer?

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya