5 Film Berlatar Tragedi & Reformasi 1998, Mana yang Terbaik?

Kami mencatat baru lima film yang secara khusus mengangkat seputar peristiwa di tahun 1998. Apa saja?

oleh Ade IrwansyahDiterbitkan 20 Januari 2015, 20:15 WIB
Adegan film Di Balik 98 (dok.MNC Pictures)

Liputan6.com, Jakarta Sebut tahun-tahun yang penting bagi bangsa kita, salah satunya adalah 1998. Di tahun itu kita menyaksikan kerusuhan besar melanda Jakarta, mahasiswa berdemo menuntut Suharto turun, dan pada akhirnya Suharto yang sudah memerintah selama 32 tahun pun lengser.

Namun, peristiwa demikian besar, yang mengubah arah bangsa ini, ternyata baru sedikit sekali diangkat ke layar lebar oleh sineas kita. Entah bagaimana, rupanya tema ini dianggap kurang seksi bagi sineas kita.

Kami mencatat baru lima film yang secara khusus mengangkat seputar peristiwa di tahun 1998. Apa saja? Dan yang mana yang terbaik menurut kami?

Baca juga:

Resensi `Merry Riana`

Resensi `Di Balik 98`


No. 5

Adegan film Merry Riana (dok. Md Pictures)

5. Merry Riana (2014)

Saudara kita yang beretnis Tionghoa menjadi korban paling bernasib naas saat kerusuhan 13-14 Mei 1998. Rumah dan toko mereka dibakar massa. Sejumlah wanita menjadi korban pemerkosaan. Sejumlah lain eksodus ke luar negeri. Salah satunya, keluarga Merry Riana. Di versi film yang edar akhir tahun kemarin, kita melihat keluarga Merry menyewa mobil ambulans menembus Jakarta yang dilanda rusuh massal. Di tengah jalan, perusuh menghadang. Harta Merry dirampas. Akhirnya, tiket ke Singapura hanya cukup untuk Merry.

Ia kemudian hidup sendirian di Singapura. Di sini filmnya kemudian jadi janggal. Kita melihat Merry sebatang kara, berdiri menatap gedung Marina Bay Sands. Padahal gedung itu berdiri 2010, bukan 1998. Seolah Merry naik mesin waktu dan tiba lebih dari sepuluh tahun setelah peristiwa 1998.


No. 4

Film Di Balik 98 ternyata segagah judulnya. Film debut karya Lukman Sardi ini memilih bermain aman.

4. Di Balik 98 (2015)

Inilah film yang paling lengkap merekam momen-momen peristiwa penting seputar masa Reformasi 1998. Film ini jadi debut penyutradaraan film panjang Lukman Sardi. Dengan kecakapan seorang sutradara spesialis film epik, Lukman merekonstruksi ulang masa itu. Ia mengasting para aktor menjadi elit politik era itu, mulai dari Suharto, Habibie, Harmoko, Wiranto, hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Selain kisah para elit, Lukman juga menyajikan cerita orang-orang biasa yang ikut dalam pusaran arus masa itu.

Lanjut Baca:

Ada mahasiswa, tentara, pegawai istana, pemulung, dan warga etnis Tionghoa. Sebagai sebuah karya doku-drama yang berjarak dengan peristiwa 1998, karya Lukman Sardi ini terbilang baik. Namun, bila merujuk pada judulnya yang gagah, film ini tak menawarkan apa pun untuk menerangkan makna Di Balik 98 kecuali hal-hal yang sudah diketahui umum.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya