Harga Minyak Dunia Naik Jadi US$ 50 per Barel

Harga minyak berbalik menguat sangat menguat setelah selama enam bulan terakhir mengalami penurunan sangat tajam

oleh Siska Amelie F Deil diperbarui 17 Jan 2015, 10:16 WIB
Harga minyak dunia kembali tertekan seiring permintaan melambat, sedangkan produksi minyak melimpah dan kekhawatiran ekonomi global.

Liputan6.com, New York - Harga minyak berbalik menguat sangat menguat pada perdagangan Jumat setelah International Energy Agency (IEA) memprediksi adanya perlambatan laju produksi minyak tahun ini. IEA mengumumkam dalam laporan pasar minyaknya bahwa aksi jual minyak telah memangkas pertumbuhan pasokan negara-negara non-OPEC sebanyak 350 ribu barel per hari menjadi 950 ribu barel per hari.

Mengutip laman Xinhua, Sabtu (17/1/2015), harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik US$ 2,44 menjadi US$ 48,69 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Maret melompat US$ 1, 9 menjadi US$ 50,17 per barel.

Meskipun harga minyak semakin murah, pertumbuhan permintaan hanya meningkat 900 ribu barel per hari pada 2015. Proyeksinya tak berubah dari prediksi IEA pada Desember.

Harga minyak yang murah juga melambatkan kegiatan pengeboran sejumlah perusahaan minyak di AS. Rata-rata pengeboran minyak AS pada Desember adalah 1.882 kegiatan pada Desember 2014. Angka tersebut turun 43 dari 1.925 kegiatan pada November 2014.

Hal itu disampaikan perusahaan jasa Baker Hughes dalam situsnya.

EIA, badan statistik Departermen Energi AS, memprediksi harga minyak jenis Brent akan berada di kisaran US$ 58 per barel pada 2015 dan US$ 75 per barel pada 2016. Proyeksi tersebut dapat terjadi dengan rata-rata harga minyak AS berada US$ 3 hingga US$ 4 per barel di bawah Brent. 

Sementara prediksi total produksi minyak mentah AS
mencapai angka 9,3 juta barel per hari sepanjang 2015. Selain itu, total produksi minyak mentah  AS diprediksi telah mencapai angka 9,2 juta barel per hari pada Desember tahun lalu. (Sis/Nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya