Cara Pemerintah Satukan Konsep Pasar Tradisional

Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia bertemu dengan Menteri Perdagangan untuk menselaraskan pengembangan pasar tradisional ke depan.

oleh Achmad Dwi AfriyadiDiterbitkan 14 Januari 2015, 20:17 WIB
Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) mengakibatkan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar mengalami kenaikan, Jakarta, Selasa (18/11/2014). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag), Rachmat Gobel menerima kunjungan dari Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) hari ini. Dalam pertemuan itu pemerintah dan para pelaku usaha saling bertukar pikiran untuk mengembangkan pasar tradisional ke depan.

Ketua Umum Asparindo, Y Joko Setiyanto mengatakan, pertemuan ini merupakan ajang bagi asosiasi untuk memperkenalkan diri dengan pemerintah. Pertemuan tersebut guna mendengar langsung bagaimana program pemerintah untuk mengembangkan pasar tradisional ke depan.

"Kita ingin menyelaraskan kerja departemen. Asosiasi ingin tahun program menteri baru seperti apa," kata dia, Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Penyelarasan ini bagaimana memuat pengelolaan pasar, barang dagangan dan mutu produk. Saat ditanya terkait rencana pemerintah untuk pengembangan 5.000 pasar, pihaknya mengatakan belum bisa berkomentar.

"Saya belum tahu, dari 5.000 apakah 2.000 di pasar lama. Justru ini ketemu Pak Menteri  disinkronkan," paparnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Srie Agustina menuturkan, Mendag meminta Asparindo menampilkan bagaimana konsep pasar tradisional yang baik dalam pertemuan itu.  Dia mengatakan, dengan konsep yang nantinya dipaparkan asosiasi bisa diselaraskan dengan konsep pasar yang dirancang pemerintah.

"Di awal Februari mengadakan semacam seminar kecil untuk dengarkan gagasan beliau, dari konsep fisiknya, manajemennya yang seperti apa," tukas Srie. (Amd/Ahm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya