Kemenhub Sumringah Jika Premium Dihilangkan

Dengan hilangnya premium maka secara otomatis masyarakat berpindah ke RON 92 atau pertamax.

oleh Achmad Dwi AfriyadiDiterbitkan 08 Januari 2015, 16:11 WIB
Pengendara sepeda motor saat menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU, Jakarta, Kamis (1/1/2015). (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 88 atau setara premium akan dihilangkan dari pasaran dalam 6 bulan mendatang. Hal itu lantaran Indonesia sudah tidak mengimpor bahan bakar subsidi tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sugihardjo mengapresiasi langkah ini. Pasalnya, dengan hilangnya premium maka secara otomatis masyarakat berpindah ke RON 92 atau pertamax. Pergantian ke pertamax, akan meningkatan efisiensi pada angkutan.

"Kalau saya dari sisi transportasi darat, menurut saya baik oktan tinggi berarti pembakarannya baik. Pembakaran baik ada efisiensi, kalau liat sesuatu jangan rupiahnya. Tapi kilometer tempuh dengan efisiensi pembakaran baik, jarak kilometer lebih panjang," kata dia, di Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Tak sekadar itu, pergeseran ke Pertamax lebih baik karena dianggap ramah lingkungan. "Belum lagi dari aspek lingkungan, dengan oktan seperti itu, pembakaran gas lebih ramah lingkungan," lanjut dia.

Sementara, perpindahan premium ke pertamax akan meningkat beban biaya pokok pada angkutan. Dia mengatakan, sesuai dengan ketentuan berlaku setiap 6 bulan sekali akan melakukan evaluasi terhadap kondisi angkutan darat.

Dia bilang, jika terjadi kenaikan beban pokok sebanyak 20 persen maka sudah semestinya ada penyesuaian tarif angkutan.
"Kalau 6 bulan ada fluktuasi, lebih 20 persen dari biaya pokok harus diambil penyesuaian," tutup dia.(Amd/Nrm)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya