Ahok: Bajaj Lama Akan Dihancurkan Diganti Bajaj Listrik

Ahok mengaakan, bila telah dioperasikan, Pemprov DKI Jakarta akan memberlakukan sistem setoran bagi para pengemudi Bajaj

oleh Luqman Rimadi diperbarui 07 Jan 2015, 11:27 WIB
Pengamat menilai mundurnya Ahok dari Partai Gerindra akan menyulitkan komunikasi PDIP-Gerindra. (Liputan6.com/ Faisal R Syam)

Liputan6.com, Jakarta - Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendukung rencana pengoperasian Bajaj listrik di Jakarta. Setelah sempat ikut mengujicoba Bajaj listrik yang diproduksi PT Arrtu Mega Energi itu, Ahok mempersilakan para pengusaha Bajaj saat untuk mengganti armadanya dengan Bajaj listrik.

"Silakan mereka beli Bajaj gas atau listrik sendiri. Bajaj listrik sekitar Rp 40 juta harganya atau menunjukkan Bajaj lama kami hancurkan, nanti kami tukar dengan Bajaj baru atau izin baru," ujar Ahok di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015). ‎

Ahok mengatakan, bila Bajaj listrik tersebut telah beroperasi, pihaknya siap memberi bantuan pengisian listrik yang akan disediakan di kantor-kantor dinas milik Pemprov DKI. ‎ "Itu sudah kami tes, kalau sudah berganti Bajaj listrik nanti di kantor-kantor pemerintahan, seperti kelurahan ada charger buat Bajaj agar bisa isi ulang‎," ucap dia.

Ahok mengatakan, bila telah dioperasikan, pihaknya akan memberlakukan sistem setoran bagi para pengemudi Bajaj dan membentuk daerah operasi Bajaj listrik tersebut di tiap wilayah. Setelah beberapa tahun, baru akan memberikan Bajaj tersebut kepada pengelola.

"Kira-kira mereka sehari setor Rp 200 ribu lah,  kira-kira setelah 12 tahun, Bajaj itu akan jadi milik mereka dan Itu tak ada subsidi, Bajaj listrik itu kami kasih saja, supaya Jakarta nggak bising dan tak kena polusi, nanti kami juga akan bagi per wilayah‎," kata dia.

Ahok menguji coba langsung Bajaj yang tersebut di halaman Balaikota, pada Selasa 6 Januari 2014. Saat itu, bersama dengan pemilik Bajaj Christoforus Richard, Ahok menaiki Bajaj yang didominasi warna putih, hijau, dan stiker bermotif batik itu.

Chistoforius mengatakan, saat ini jumlah bajaj yang telah mereka produksi mencapai sekitar 500 unit. Hampir semua komponen dibuat di Indonesia. Komponen yang diimpor hanyalah mesin, yang didatangkan dari Tiongkok. Bajaj tersebut mampu mengangkut penumpang maksimal hingga 6 orang.

"Apabila ditambah dengan sopir, maka kapasitas keseluruhan dari Bajaj tersebut adalah 7 orang, cukup efektif lah untuk angkutan umum di Jakarta," tukas Chistoforius. (Mvi/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya