Liputan6.com, New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa tak merestui penyelesaian secara militer untuk menangani Afghanistan. Bahkan, badan tertinggi dunia itu mengusulkan penyelesaian politik, dengan membentuk pemerintahan baru di Afghanistan. Demikian diutarakan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan di New York, Amerika Serikat, Selasa (9/10).
Annan mengatakan, PBB akan menugaskan utusan khususnya untuk wilayah Afghanistan, yakni Lakhdar Brahimi --yang baru dilantik pekan silam. Brahimi akan ditugaskan untuk memantau langsung perkembangan politik dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga negara bekas jajahan Uni Soviet itu. Selain itu, Annan mengharapkan negara-negara tetangga dekat Afghanistan dapat membantu mencari jalan keluar masalah politik negara tersebut.
Sementara itu, Mohammad Zahir Shah, mantan Raja Afghanistan yang kini berada dalam pengasingan di Roma, Italia, menjadi tokoh kunci dalam upaya negara-negara barat menggeser kekuasaan Taliban. Menurut Abdul Sattar Sirat, penasihat senior Zahir Shah, sejak serangan udara, Ahad silam, mantan raja itu telah mengadakan komunikasi dengan kelompok di dalam Afghanistan.(ORS/Nlg)
Annan mengatakan, PBB akan menugaskan utusan khususnya untuk wilayah Afghanistan, yakni Lakhdar Brahimi --yang baru dilantik pekan silam. Brahimi akan ditugaskan untuk memantau langsung perkembangan politik dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga negara bekas jajahan Uni Soviet itu. Selain itu, Annan mengharapkan negara-negara tetangga dekat Afghanistan dapat membantu mencari jalan keluar masalah politik negara tersebut.
Sementara itu, Mohammad Zahir Shah, mantan Raja Afghanistan yang kini berada dalam pengasingan di Roma, Italia, menjadi tokoh kunci dalam upaya negara-negara barat menggeser kekuasaan Taliban. Menurut Abdul Sattar Sirat, penasihat senior Zahir Shah, sejak serangan udara, Ahad silam, mantan raja itu telah mengadakan komunikasi dengan kelompok di dalam Afghanistan.(ORS/Nlg)