Baru beberapa bulan lalu, Iker Casillas serasa berada di langit ketujuh. Kiper Real Madrid ini sukses membawa klub ibukota Spanyol tersebut meraih titel juara La Liga untuk ke-31 kalinya. Sukses tersebut dilanjutkan Casillas bersama Timnas Spanyol. Andilnya cukup besar dalam mengantarkan Spanyol menjadi juara Euro 2008. Semakin manis, karena di ajang Euro ia adalah kapten tim.
Namun semua itu kini telah berubah. Madrid tetap tim raksasa, namun gawang mereka bagai begitu mudah ditembus. Barisan pertahanan Los Blancos kini begitu rapuh, selain itu Casillas pun tidak setangguh dulu dalam mengawal gawangnya. Hal ini tidak dipungkiri Casillas. Ia bahkan merasa kalau ini adalah awal musim terburuknya selama memperkuat Madrid.
“Saya telah bermain di La Liga selama sepuluh musim, dan inilah awal (musim) terburuk yang pernah kualami. Kami begitu mudah diserang, termasuk diriku sendiri. Sepertinya jika tim lain menyerang kami sebanyak tiga kali, maka mereka akan melesakkan tiga gol. Dari hal ini saja, terlihat jelas kalau setiap orang di tim punya dosa masing-masing,” papar Casillas kepada radio El Mirador.
Kiper dengan julukan ‘saint’ ini kemudian mengakui kalau jika hal ini terus menerus berlanjut, maka Madrid tidak berhak bertarung memperebutkan gelar juara. Kendati demikian, ia tetap belum kehilangan harapan.
“Dengan cara kami bermain saat ini, kami tidak akan sanggup memenangkan gelar. Namun saya percaya bahwa kami hanya sedang menghadapi masa sulit dan musim ini juga masih panjang. Dua tahun lalu, kami tertinggal delapan poin di belakang Barcelona, namun kami mampu melawan balik, dan memenangkan La Liga di hari terakhir,” ucapnya.
Fokus Casillas dan segenap pemain Madrid tentu kini diarahkan pada derby El Classico, kontra Barcelona yang akan dihelat Sabtu (13/12) ini. Casillas pun menekankan agar sikap mental rekan-rekannya harus tetap dijaga.
“Barcelona unggul sembilan poin di depan kami, dan tentu saja mereka bermain dengan sangat baik. Namun kami harus memelihara sikap mental bahwa kami dapat menang,” tandas kiper 27 tahun ini.
Namun semua itu kini telah berubah. Madrid tetap tim raksasa, namun gawang mereka bagai begitu mudah ditembus. Barisan pertahanan Los Blancos kini begitu rapuh, selain itu Casillas pun tidak setangguh dulu dalam mengawal gawangnya. Hal ini tidak dipungkiri Casillas. Ia bahkan merasa kalau ini adalah awal musim terburuknya selama memperkuat Madrid.
“Saya telah bermain di La Liga selama sepuluh musim, dan inilah awal (musim) terburuk yang pernah kualami. Kami begitu mudah diserang, termasuk diriku sendiri. Sepertinya jika tim lain menyerang kami sebanyak tiga kali, maka mereka akan melesakkan tiga gol. Dari hal ini saja, terlihat jelas kalau setiap orang di tim punya dosa masing-masing,” papar Casillas kepada radio El Mirador.
Kiper dengan julukan ‘saint’ ini kemudian mengakui kalau jika hal ini terus menerus berlanjut, maka Madrid tidak berhak bertarung memperebutkan gelar juara. Kendati demikian, ia tetap belum kehilangan harapan.
“Dengan cara kami bermain saat ini, kami tidak akan sanggup memenangkan gelar. Namun saya percaya bahwa kami hanya sedang menghadapi masa sulit dan musim ini juga masih panjang. Dua tahun lalu, kami tertinggal delapan poin di belakang Barcelona, namun kami mampu melawan balik, dan memenangkan La Liga di hari terakhir,” ucapnya.
Fokus Casillas dan segenap pemain Madrid tentu kini diarahkan pada derby El Classico, kontra Barcelona yang akan dihelat Sabtu (13/12) ini. Casillas pun menekankan agar sikap mental rekan-rekannya harus tetap dijaga.
“Barcelona unggul sembilan poin di depan kami, dan tentu saja mereka bermain dengan sangat baik. Namun kami harus memelihara sikap mental bahwa kami dapat menang,” tandas kiper 27 tahun ini.