Pemodal Lokal Buru Saham, IHSG Naik Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 9,62 poin ke level 5.035,64 pada penutupan perdagangan saham Rabu pekan ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Desember 2014, 16:11 WIB
(Foto: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bergerak di zona hijau yang didorong aksi beli investor lokal.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (17/12/2104), IHSG naik tipis 9,62 poin (0,19 persen) ke level 5.035,64. Indeks saham LQ45 menguat 0,31 persen ke level 864,79. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau kecuali indeks saham JII turun 0,27.

Penguatan IHSG ditopang dari 169 saham berada di zona hijau. Akan tetapi penguatannya terbatas karena ada 133 saham yang melemah. Sementara itu, 88 saham lainnya diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.059,73 dan terendah 5.021,94. Transaksi perdagangan saham hari ini cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 327.260 kali dengan volume perdagangan saham 8,11 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 6,99 triliun.

IHSG naik terbatas ini juga karena sebagian besar sektor saham melemah. Hanya sektor saham perkebunan, pertambangan, konstruksi dan keuangan yang menguat. Sektor saham perdagangan memimpin penurunan sektor saham pada hari ini dengan turun 0,87 persen, sektor saham aneka industri melemah 0,60 persen, dan sektor saham infrastuktur tergelincir 0,59 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 2,9 triliun dan aksi jual bersih sekitar Rp 2,9 triliun. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 100 miliar.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar mengalami penguatan antara lain saham BMRI naik 3,67 persen ke level Rp 10.600 per saham, saham BBTN naik 3,04 persen ke level Rp 1.185 per saham, dan saham PTBA mendaki 4,44 persen ke level Rp 12.950 per saham.

Sedangkan saham-saham yang menekan iHSG antara lain saham TRAM turun 12,06 persen ke level Rp 299 per saham, saham LPPF turun 4,7 persen ke level Rp 14.200 per saham, dan saham EXCL melemah 2,94 persen ke level Rp 4.785 per saham.

Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menuturkan, pelaku pasar mencoba spekulasi membeli saham untuk memanfaatkan koreksi yang terjadi selama beberapa hari di pasar modal Indonesia. Hal itu terutama saham-saham berkapitalisasi besar yang turun.

"Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan dengan ambil barang diskon," ujar Reza.

Reza menambahkan, meski tekanan rupiah berdampak negatif ke IHSG. Saat ini rupiah mampu naik tipis setelah Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi dengan membeli surat utang negara (SUN).

Pada hari ini, bursa saham Asia cenderung menguat. Indeks saham Australia naik 0,6 persen. Diikuti indeks saham Australia menguat tipis 0,3 persen. Sedangkan indeks saham Jepang Nikkei mendatar. (Ahm/)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya