Membaca Pemenang FFI 2014, Membaca Masa Depan Sinema Kita

Kemenangan nama-nama baru di Festifal Film indonesia (FFI) 2014 adalah juga kemenangan generasi baru.

oleh Ade IrwansyahDiterbitkan 08 Desember 2014, 18:45 WIB
Ratusan artis ramaikan pawai FFI 2014

Liputan6.com, Jakarta Dari berbagai kabar yang bersliweran di media sosial (entah Facebook atau Twitter), penyelenggaraan Festival Film Indonesia 2014 terbilang kacau. Bahkan sekelompok pewarta memboikot acara FFI 2014. Namun di luar hal itu, produk yang dihasilkan FFI 2014 terbilang menjanjikan.

FFI 2014 menandai kembalinya Riri Riza ke penyelenggaraan festival film tertua di negeri ini. Sejak 2006, Riri Riza tak ikut serta dalam penyelenggaraan FFI. Waktu itu, Riri bersama insan film lain memprotes juri FFI yang memenangkan Ekskul berikut sutradaranya, Nayato Fionuala masing-masing meraih gelar Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.

Riri bersama 23 sineas lain kemudian menyerahkan piala Citra yang pernah mereka dapat dari penyelenggaraan FFI tahun-tahun sebelumnya. Para pekerja film ini juga kemudian membentuk perkumpulan Masyarakat Film Indonesia (MFI) yang tujuannya membangun iklimperfilman yang lebih kondusif di Tanah Air. Seiring waktu, sejumlah pekerja film yang memboikot FFI sudah kembali berkompetisi di ajang itu. Tapi tidak Riri Riza.


Baru tahun ini Riri mengakhiri boikotnya. Filmnya, Sokola Rimba ia daftarkan ke FFI tahun ini.

Dari uraian Riri Riza ke media, alasan ia kembali ke pangkuan FFI lantaran sistem penjurian sudah menemukan bentuknya yang ideal menurutnya.         

Foto dok. Liputan6.com

Riri Riza dan Mira Lesmana sebelumnya menolak ikut FFI sejak 2006.

Riri Riza pun pulang dari Palembang, Sumatera Selatan--tempat penyelenggaraan malam puncak FFI berlangsung tahun ini--tidak dengan tangan hampa. Ia meraih gelar Penulis Skenario Adaptasi Terbaik lewat film Sokola Rimba.

Namun, bukan hanya kembalinya Riri Riza yang membuat FFI tahun ini terasa berarti. Melihat daftar pemenang FFI tahun ini, kita melihat wajah masa depan sinema Indonesia.


Arti Kemenangan Chicco Jericho & Tika Bravani

Di kategori ini, terdapat para aktor besar seperti Vino G.Bastian, Abimana Aryasatya, Herjunot Ali, Ario Bayu, dan Chicco Jericho.

Arti Kemenangan Chicco Jericho dan Tika Bravani
Sungguh menyenangkan juri-juri FFI tahun ini memberi penghargaan pada nama-nama yang terbilang baru, bukan wajah-wajah lama yang bikin penonton film Indonesia bergumam, "Dia lagi-dia lagi."

Dari kategori aktor dan aktris, meski gelar Aktris Terbaik jatuh ke tangan aktris kawakan Dewi Irawan (yang memang bremain bagus sekali di Tabula Rasa), tapi nama Chicco Jericho dan Tika Bravani sebagai pemenang Aktor Terbaik dan Aktris Pendukung Terbaik adalah sebuah kabar bahagia.

Tika pernah masuk unggulan FFI tahun 2010 silam lewat Alangkah Lucunya (Negeri Ini). Piala Citra yang akhirnya tahun ini ia raih adalah buah konsistensi, kerja keras, dan penantiannya.

Sedang kemenangan di FFI bagi Chicco Jericho adalah pembuktian bahwa ia kini sudah naik kelas sebagai Aktor film dengan A besar. Ia bukan lagi Chicco yang kita lihat main sinetron dengan mantan kekasihnya, Laudya Cintya Bella.   

Lanjut Baca:

Adegan film Tabula Rasa

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya