Liputan6.com, Bandar Lampung - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio menyatakan, seluruh kapal perang TNI AL siap dioperasikan untuk menindak pencurian ikan sesuai perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Seluruh kapal perang kami siap, memang selama ini ada hambatan di anggaran untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar, namun sudah teratasi," kata Marsetio di Piabung Pesawaran, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (4/12/2014).
Ia menjelaskan, ada sekitar 147 kapal yang siap dioperasikan, dan berdasarkan rapat koordinasi terakhir dalam rapat kabinet, pemerintah siap memenuhi segala kebutuhan bahan bakar dan operasional kapal. Anggaran sudah masuk dalam APBN 2015.
Sebelumnya, pemenuhan anggaran operasional dan bahan bakar kapal perang hanya sebesar 27 persen dari kebutuhan anggaran.
Pascapenandatangan Nota Kesepahaman antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan TNI-Al beberapa waktu lalu, pemerintah menyatakan komitmen mereka untuk memenuhi kebutuhan operasional kapal perang agar bisa berpatroli menjalankan tugas.
Kasal menjelaskan, ada 3 fungsi TNI-AL dalam menjaga wilayah maritim Indonesia, yaitu penegakan kedaulatan, penegakan hukum, dan diplomasi. Penindakan pencurian ikan merupakan bagian dari fungsi penegakan hukum di wilayah maritim Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan dalam kunjungan kerja singkat Marsetio ke Brigif 3 Markas Piabung, Kabupaten Pesawaran. Dalam kunjungan kerja tersebut Kasal sempat berdialog dengan ratusan pasukan Marinir di Piabung dan menjanjikan peningkatan kesejahteraan pada 2015. (Ant/Ado/Mvi)
Advertisement