Liputan6.com, Jakarta - Dubes Indonesia untuk Iran Dian Wirengjurit menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK. Kedatangan Dian untuk meminta JK agar melunasi sebuah utang. Namun, yang dimaksud bukanlah utang berupa materi, melainkan dalam bentuk kunjungan resmi.
"Ini sebenarnya masalah pending, Pak JK punya utang ke Iran, cuma waktu itu kapasitas beliau Ketua Dewan Masjid, sekarang kan jadi wapres. Pihak iran minta beliau berkunjung, saya minta konfirmasi kapan bisa berkunjung, wapres bilang bersedia, waktunya ditentukan lagi nanti," kata Dian di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (3/12/2014).
Selain meminta kehadiran JK ke Iran, Dian juga menjelaskan situasi terakhir soal sanksi yang diberikan pada negara tersebut. Seperti diketahui, Iran menerima sanksi ekonomi karena diduga mengembangkan program nuklir untuk bom atom.
Dian mengatakan Indonesia tak boleh salah persepsi soal sanksi ekonomi yang diberikan oleh PBB tersebut. Sebab, negara tetangga juga masih melakukan perdagangan dengan Iran.
"Ada salah presepsi tentang Iran, kita nilai Iran dalam sanksi Iran tidak bisa berbuat apapun, tidak bisa dagang, tidak bisa kirim turis, tidak bisa kerjasama budaya. Persepsi itu tidak akurat, negara lain bisa tuh ke Iran. Malaysia, Singapura nilai perdagangannya lebih dari kita," terang dia.
Tak hanya itu, Dian juga menyampaikan Iran juga bisa membantu Indonesia dalam pengembangan infrastruktur. Ia menambahkan pula Iran memiliki teknologi yang menunjang.
"Indonesia mau apa, refinary kita bisa ikut membantu, infrastruktur kita lagi mau kembangkan, kita butuh jalan, kita butuh gas dan air, Iran punya kemampuan itu. Di Iran air sampai kampung itu pipa, gas masuk, tidak ada lagi tabung gas 3 kg. Iran jalan rayanya memang terlihat padang pasir tapi bisa terkonek dengan kereta api dan jalan high way bagus," tandas Dian.
Advertisement