Ini Yang Harus Dilakukan Operator Jika Layanannya Terganggu

Kualitas layanan telekomunikasi operator seluler sedang banyak dikeluhkan oleh para pelanggannya.

oleh Denny Mahardy diperbarui 03 Des 2014, 18:37 WIB
Kualitas layanan telekomunikasi operator seluler sedang banyak dikeluhkan oleh para pelanggannya.

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas layanan telekomunikasi operator seluler sedang banyak dikeluhkan oleh para pelanggannya. Berbagai masalah seperti komunikasi lewat telepon terputus maupun layanan data yang lambat menjadi masalah yang dikeluhkan pelanggan layanan telekomunikasi.

Ericsson sebagai penyedia solusi komunikasi bagi operator telekomunikasi menyebutkan berbagai kemungkinan penyebab banyaknya gangguan layanan yang terjadi di Indonesia.

Hardyana Syintawati, VP Marketing Communications Ericsson Indonesia memberikan pemaparan soal penyebab gangguan layanan komunikasi yang belakangan ini kerap terjadi.

"Banyak hal yang mungkin jadi penyebab gangguan di layanan telekomunikasi. Jumlah pelanggan yang terus bertambah, fasilitas infrastruktur lawas dan perubahan kondisi di sekitar karena pembangunan kota bisa jadi penyebab gangguan sering terjadi," ujar Hardyana di Tartine Resto, Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Nana tersebut menjelaskan tindakan lanjutan yang perlu dilakukan operator agar kualitas layanan telekomunikasi yang disediakanya tetap terjaga supaya dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggannya.

"Optimalisasi jaringan menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan oleh operator telekomunikasi layanan supaya kualitasnya tetap bagus. Optimalisasi bisa dilakukan dengan cara mengevaluasi desain jaringan dan infrastruktur yang ada karena setiap waktu kondisi kan berubah, ada bangunan baru maupun kebiasaan masyarakat yang berubah ikut ambil bagian di kualitas layanan yang disediakan operator," tambah Nana.

Ia menyebutkan operator biasanya melakukan monitoring pada trafik komunikasi yang terjadi di layanan miliknya agar bisa menyesuaikan kebutuhan masyarakat dengan fasilitas yang dimilikinya.

"Kebiasaan pelanggan berubah. Selain itu even atau kejadian tertentu bisa saja bikin pergerakan massa tiba-tiba ramai di satu lokasi, misalnya car free day atau demonstrasi yang biasanya bikin trafik di kawasan Sudirman-Thamrin menjadi teralu ramai dan mengganggu kualitas layanan komunikasi," tandas Nana.

Sedangkan menurut Nonot Harsono, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) gangguan layanan telekomunikasi bisa disebabkan terlalu banyak Base Transceiver Station (BTS) dalam satu lokasi. Terlalu banyak BTS disebutkan Nonot bisa membuat frekuensi malah saling mengganggu atau interferensi.

"Semakin banyak BTS bisa saja merusak layanan komunikasi yang tadinya baik-baik saja. Prinsip ponsel kan mencari sinyal paling kuat, nah kuat saja tapi tidak stabil kan malah jadi pengganggu buat kenyamanan pelanggan yang sedang menggunakan layanan komunikasi," tambah Nonot saat dihubungi tim Tekno Liputan6.com melalui saluran telepon. (den/isk)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya