Akbar Tandjung: Tak Ada Intervensi Menko Polhukam ke Golkar

Konflik di tubuh Partai Golkar membuat Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung turun gunung.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 28 Nov 2014, 11:25 WIB
Konflik di tubuh Partai Golkar membuat Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung turun gunung.

Liputan6.com, Jakarta - Konflik di tubuh Partai Golkar membuat Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung turun gunung. Dalam telaahnya, Akbar menegaskan tidak ada intervensi dari pihak luar atas dualisme penyelengaraan Munas IX Golkar.

Terutama, tegas Akbar, dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno yang mengimbau Partai Golkar supaya tak menggelar Munas di Bali pada akhir November mendatang. Akbar mengaku sudah meminta penjelasan itu kepada Tedjo.

"Pak Tedjo Menkopolhukam dan kita harus hormati beliau. Saya sudah bertemu dengan beliau dan (Tedjo) jelaskan mereka melihat ini bisa menggangu situasi di Bali. Apalagi di akhir tahun diperkirakan banyak turis nanti takutnya ada travel warning. Karena itu supaya tidak menggangu agenda di akhir tahun," kata Akbar, Kamis 27 Oktober 2014 malam.

Dalam pertemuan itu, ujar Akbar, Tedjo juga menjelaskan kapasitasnya memberikan pernyataan bukan sebagai politikus. Melainkan sebagai pejabat negara.

"Pak Tedjo memang Nasdem tapi waktu saya ketemu dia jelas bilang saya sebagai pejabat negara dan tidak ada interest politik. Jadi sama sekali tidak ada kaitan dengan agenda politik," jelas Akbar Tandjung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya