Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti meminta Non Government Organization (NGO) untuk memberikan bantuan lebih kepada para korban bencana.
Menurut penilaian Susi, selama ini NGO sering kali memberikan bantuan darurat fisik seperti makan dan rumah tinggal untuk penampungan. Padahal, menurutnya hal itu tak cukup karena menghidupkan perekonomian wilayah bencana juga penting.
"Economy livelihood itu harus digarap. jadi bukan cuma dikasih makan dan rumah. Ekonomi juga harus dihidupkan. Diberi pasar supaya sustainable. Jadi mereka tidak perlu bantuan lagi," kata dia di Jakarta, Senin (24/11/2014).
Selama ini, banyak pihak menilai bahwa pengembangan ekonomi yang bersumber dari bantuan NGO sulit untuk berkembang. Hal itu mengingat NGO identik sebagai lembaga non profit yang tidak terlibat dengan hubungan bisnis.
Terang Susi, penilaian itu sepenuhnya benar. Menurut Susi pengembangan ekonomi untuk bantuan bencana bukanlah hubungan bisnis. Melainkan untuk melanjutkan kehidupan para korban agar tidak bergantung pada bantuan.
"Kan mereka katanya non profit organization, dia tidak bisa kerja sama dengan bisnis. Saya pikir itu salah. Kalau dengan cerita bencana tingkat nasional atau lokal," ujar Susi Pudjiastuti.
Di sisi lain, untuk meminimalisir efek bencana Susi juga menekankan perlunya sosialisasi kepada masyarakat. Juga, kata dia perlunya peningkatan teknologi identifikasi gempa dan sinyal adanya tsunami. (Amd/Gdn)
Advertisement