Mengintip Saham-saham yang Didekap Piyu Padi

Di awal kiprahnya berinvestasi di saham, Piyu Padi mengoleksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

oleh Achmad Dwi AfriyadiDiterbitkan 12 November 2014, 19:31 WIB
Tujuan Piyu membuat album ini untuk menghindari anggapan masyarakat bahwa Piyu itu identik dengan Padi . (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Liputan6.com, Jakarta - Satriyo Yudi Wahono atau yang lebih dikenal dengan panggilan Piyu Padi mengaku meski pernah gagal saat berinvestasi di produk reksa dana, ia tak takut untuk kembali terjun ke dunia yang sama.

Ia pernah kehilangan dana sebesar US$ 80 ribu modal yang ditanamkan di reksa dana. Nilai tersebut mencapai 70 persen dari modal yang ditanamkannya.

Tapi dia tak menyerah, justru dirinya mengalihkan modalnya ke produk yang lebih berisiko yaitu saham.

Di awal kiprahnya berinvestasi di saham, ia mengoleksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Kini saham yang dimilikinya sudah  beranak pinak.

"Sekarang, tidak lebih dari 10, sekarang  cuma ada PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Wika Beton Tbk (WTON), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan lainnya, yang lama-lama masih nyangkut. Juga ada, kaya PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)," ujarnya, di Jakarta, rabu (12/11/2014)

Menurut Piyu, industri pasar modal sangat penting bagi perekonomian Tanah Air. Dengan menanamkan dana di pasar modal, maka bisa menarik kapitalisasi di Tanah Air. Dana-dana tersebut dibutuhkan perusahaan untuk berekspansi yang kemudian menyedot tenaga kerja di RI.

"Supaya perusahaan bisa perluas bisnisnya, ekpansi bisnisnya, jadi kalau ekpansi kan ada tenaga kerja yang baru. Jadi  intinya gitu aja," terangnya.

Di samping itu, Piyu mengaku saham memberikan keuntungan yang besar. Dia mengaku saat ini berstatus trader aktif. ia juga membatasi transaksi sahamnya untuk tiap bulan. Namun begitu untuk tiap bulannya, dia bisa meraup Rp 60 juta sampai Rp 70 juta.

"Kita harus tahu, paham betul, saham apa yang kita pilih, dan tahu betul kapan kita masuk dan keluar, intinya itu saja," tutup dia. (Amd/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya