Kenaikan Harga BBM Subsidi Jadi PR Menkeu Baru

Mantan Menkeu Chatib Basri membeberkan tantangan yang akan menjadi pekerjaan rumah (PR) Bambang Brodjonegoro.

oleh Fiki AriyantiDiterbitkan 27 Oktober 2014, 12:23 WIB
Bambang Brodjonegoro (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Usai pengumuman susunan Kabinet Kerja secara utuh, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro resmi menduduki pos Menteri Keuangan (Menkeu). Di masa kepemimpinannya, mantan Wakil Menteri Keuangan itu akan menghadapi tantangan berat.   

Menkeu di era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Chatib Basri kepada Liputan6.com membeberkan tantangan yang akan menjadi pekerjaan rumah (PR) Bambang Brodjonegoro.

"Tantangan ke depan tidaklah mudah karena ada isu normalisasi kebijakan The Fed, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan stabilitas makro," tegas dia dalam pesan singkatnya di Jakarta, Minggu (26/10/2014) malam.

Eks Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendukung penyesuaian harga BBM subsidi tahun ini atau dilakukan per 1 November 2014. Sebab sebelumnya Chatib pernah mengatakan, potensi penghematan yang akan diperoleh pemerintahan baru dari menaikkan harga BBM subsidi pada November 2014 sebesar Rp 21 triliun.

"Saya setuju. Makin cepat akan semakin baik," katanya.      

Namun demikian, dia mengaku tak khawatir dengan tantangan tersebut. Pasalnya Kementerian Keuangan mempunyai sosok pemimpin yang tepat yakni Bambang Brodjonegoro.

"Saya percaya Kemenkeu ada di tangan yang baik. Saya yakin dengan dukungan teman-teman di Kemenkeu, Pak Bambang akan mampu mengawal ini semua," tutur Chatib.

Dihubungi terpisah, Ekonom Senior INDEF Fadhil Hasan mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi menjadi PR Menkeu baru. Kebijakan tersebut masuk dalam reformasi fiskal yang selalu dinantikan seluruh pihak, termasuk pelaku pasar.  

"Melakukan reformasi fiskal, salah satunya dengan menyesuaikan harga BBM subsidi. Supaya fiskal kita lebih sehat, efektif dan efisien," imbuhnya. (Fik/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya