Jazz Bermasalah, Gaji Bos Honda Disunat

Chief Executive Officer (CEO) Honda harus ikhlas dipotong gajinya sebesar 20 persen.

oleh Gesit Prayogi diperbarui 28 Okt 2014, 11:07 WIB
Chief Executive Officer (CEO) Honda berikut 12 jajaran eksektifnya harus ikhlas gaji mereka dipotong sebesar 20 persen.

Liputan6.com, Jakarta - Pabrikan mobil ternama asal Jepang, Honda, nampaknya tak bisa menutupi kerugian yang dialami perusahaan selama badai recall menerjang model hatchback Jazz.

Alih-alih menutupi kerugian, Honda, sebagaimana dilansir dari Carbuzz, Senin (27/10/2014), menyunat gaji para bosnya. Chief Executive Officer (CEO) Honda berikut 12 jajaran eksekutifnya harus ikhlas gaji mereka dipotong sebesar 20 persen.

Tak cuma itu, Executive Senior, Fumihiko Ike dan Tetsuo Iwamura yang menjabat Executive Vice President tak luput dari kebijakan potong gaji ini. Hanya saja, keduanya hanya mengalami pemotongan sebesar 10 persen.

Adapun, kebijakan ini disebabkan karena masalah fitur keamanan airbag yang diproduksi oleh Takata Corp ditemukan bermasalah pada Honda Jazz.

Dijelaskan, ganjaran ini dinilai sebanding dengan kerugian yang dialami Honda karena masalah airbag. Betapa tidak, para eksekutif tersebut punya peran penting ketika memutuskan menggunakan airbag keluarran Takata Corp untuk Jazz.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya