Sepakat Pilkada Langsung, PKB Siap Dukung Perppu Pilkada

Anggota Fraksi PKB Anna Muawanah menyindir pihak Demokrat yang mendukung pilkada langsung namun walk out saat paripurna RUU Pilkada.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 04 Okt 2014, 16:18 WIB
Presiden SBY menandatangani dua Perppu menolak Pilkada tidak langsung, di Kantor Presiden, (2/10/14). (twitter.com/SBYudhoyono)

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang dimotori PDIP besar kemungkinan akan menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Pilkada. Namun, hal tersebut dibantah Anggota DPR Fraksi PKB Anna Muawanah.

"Terlalu dini untuk katakan bahwa Koalisi Indonesia Hebat tidak akan dukung Perppu. Objektifnya adalah pertama, Perppu kita tunggu dulu sampai ke DPR, apabila itu memang baik buat bangsa dan negara kita dukung. Kan itu sesuai semangat PKB dukung pilkada langsung," kata Ana dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/10/2014).

Tak luput Anna menyindir pihak Demokrat yang mendukung pilkada langsung namun walk out saat paripurna RUU Pilkada akan ditentukan nasibnya dalam voting.

"Waktu kami rapat konsultasi pimpinan fraksi-fraksi, Demokrat ajukan 10 syarat pilkada langsung, itu kita sudah mendukung. Tapi tiba-tiba dalam paripurna kami kaget karena juru bicara Demokrat bilang seolah-olah kami tidak mendukung. Waktu kita hitung dengan PDIP dan Partai Demokrat kami sudah menang," ujar dia.

Selain itu, Ana juga mempertanyakan pihak Demokrat yang terlihat 'abu-abu' dalam menentukan sikapnya terkait pilkada. Di mana Fraksi Demokrat di DPR walk out saat paripurna RUU Pilkada, namun Ketua Umum Partai Demokrat yang jug Presiden RI malah mengeluarkan Perppu untuk membatalkan UU Pilkada.

"Di sinilah Partai Demokrat ada keragu-raguan hingga sekarang jadinya dituduh pencitraan yang dikatakan mendadak keluarkan Perpu," tandas Ana.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya