Pesan Menpora Roy Suryo untuk Pemerintahan Baru

Menpora menilai KONI dan KOI seperti dua pihak yang bekerja untuk hal yang sama tapi tidak pernah bertemu dan berkoordinasi.

oleh Achmad Yani Yustiawan diperbarui 22 Sep 2014, 18:52 WIB
Menpora Roy Suryo melepas atlit yang akan berlaga di Asian Games, Jakarta, Kamis (11/9/2014) (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Liputan6.com, Jakarta - Masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan segera berakhir. Selain pemimpin negara, sejumlah menteri juga kemungkinan besar akan berganti.

Terkait dengan pergantian ini, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Roy Suryo, sempat memberikan pesan atau amanat kepada pemerintahan ke depan. Ini disampaikan Menpora karena masa jabatannya  akan berakhir.

Menpora sangat berharap pemerintah yang baru bisa menyelesaikan masalah dualisme organisasi keolahragaan, yakni Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)

"Sayang waktu saya memang sama sekali tidak cukup untuk menyelesaikan dualisme KOI dan KONI. Kedua organisasi ini harus segera dipersatukan kembali," kata Menpora, belum lama ini.

Menurut Menpora, Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional yang memisahkan KOI dan KONI harus dibenahi. "Hampir rata-rata di setiap negara hanya satu, dari pemerintah. Tidak seperti di Indonesia ada dua.

Dikatakan Roy, keberadaan dua organisasi itu terlihat seperti dua pihak yang bekerja untuk hal yang sama tapi tidak pernah bertemu dan berkoordinasi. Dia mengibaratkan KONI dan KOI seperti koki dan pramusaji di sebuah restoran yang tidak pernah bertemu sehingga tidak bisa melayani tamu dengan baik.

"Ibaratnya seperti koki dan pramusaji yang tidak ketemu. Pramuji catat pesanan pelanggan nasi goreng pedas, tapi tidak terbaca koki, akhirnya dibuatkan nasi goreng panas oleh koki. Makanya permintaan pelanggan tidak bisa dipenuhi," katanya.
 

Baca juga:
Wenger Enggan Bandingkan Welbeck dengan HenryVideo 5 Gol Barcelona yang Hancurkan LevanteLiverpool Disarankan Punya Dua Tim

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya