Faktor-faktor yang Bisa Bikin Miliarder Jadi Orang Biasa

Sepanjang tahun ini, beberapa miliarder terpaksa harus melepas gelarnya tersebut karena hartanya berkurang di bawah US$ 1 miliar.

oleh Siska Amelie F Deil diperbarui 22 Sep 2014, 07:09 WIB
(Foto: The Richest)

Liputan6.com, Jakarta - Di dunia ini memang tidak ada yang abadi, tak terkecuali status sebagai miliarder terkaya dunia. Buktinya, meski 500 miliarder baru terlahir tahun ini, tapi total jajaran konglomerat terkaya dunia tercatat hanya bertambah 155 orang menjadi 2.325 orang.

Seperti dilansir Liputan6.com dari laporan resmi Wealth-X bertajuk `Billionaire Census 2014`, Senin (22/9/2014), syarat untuk menyandang gelar miliarder terkaya dunia adalah kepemilikan total harta mencapai US$ 1 miliar atau lebih. Sepanjang tahun ini, beberapa miliarder terpaksa harus melepas gelarnya tersebut karena hartanya berkurang di bawah US$ 1 miliar.

Sebagian miliarder tercatat mulai menurunkan sejumlah harta warisan pada generasi berikutnya. Tak heran jika 442 penduduk dunia menjadi miliarder karena mendapat warisan dari orangtuanya.

Selain itu, terdapat sejumlah konglomerat yang tutup usia tahun ini dan membuat namanya dihapus dari jajaran miliarder terkaya dunia. Selaiin itu, kejutan dari sistem sosio-politik, pengambilan keputusan investasi serta beberapa faktor lain juga berpotensi mengurangi harta para miliarder.

Hati-hati, salah menaruh investasi memang dapat membuat Anda terlempar dari klub miliarder dunia.

Tahun ini, total miliarder terkaya dunia kembali menyentuh angka tertinggi sepanjang sejarah sebanyak 2.325 orang. Total kekayaan seluruh miliarder terkaya tersebut mencapai US$ 7,3 triliun.

Sekadar informasi, Wealth-X merupakan perusahaan riset terkemuka dunia yang memiliki kumpulan data kekayaan terbesar dari penduduk dengan pendapatan tertinggi di dunia (ultra high net worth/UHNW). Dalam risetnya, kalangan UNHW merupakan individu yang memiliki kekayaan US$ 30 juta atau lebih.

Wealth-X yang bertugas menelusuri kekayaan para miliarder terkaya dunia bermarkas di Singapura dan memiliki 13 kantor di lima benua. (Sis/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya