JK: Menteri dari Parpol Tak Profesional Akan Diganti

Kabinet Jokowi-JK akan diisi 16 kader parpol pengusungnya. Jokowi juga menyediakan 18 kursi menteri untuk kalangan profesional murni.

oleh Raden Trimutia Hatta diperbarui 18 Sep 2014, 14:36 WIB
Cawapres Jusuf Kalla saat jumpa pers di Holiday Inn, Bandung, Kamis (3/7/14). (Liputan6.com/Andrian M Tunay).

Liputan6.com, Jakarta - Kabinet Jokowi-JK akan diisi 16 kader parpol pengusungnya. Jokowi juga menyediakan 18 kursi menteri untuk kalangan profesional murni.

Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla atau JK meminta masyarakat tidak mempermasalahkan keputusan Jokowi yang menyediakan 16 kursi menteri untuk kader parpol pengusungnya. Sebab, orang parpol yang akan jadi menteri pada pemerintahan mendatang juga berasal dari kalangan profesional.

"Sekali lagi, parpol itu juga banyak profesional. Karena itu yang kita minta diajukan (ke parpol). Profesional (parpol) juga tidak banyak beda dengan profesional itu (murni). Hanya kalau profesional murni tidak ada dukungan dari partai tapi kemampuannya," kata JK di Senayan City, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

JK pun menjamin, kader parpol yang akan menjadi menteri di Kabinet Jokowi akan bekerja secara profesional. Bila ternyata kinerjanya tidak baik, maka akan langsung dicopot.

"Kalau tidak menjamin (kinerjanya tak baik) ya kita ganti," tegas JK.

Presiden terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kebinetnya. Dari 34 menteri yang tersedia, Jokowi mengalokasikan 16 kursi untuk kader parpol pengusung dan 18 dari kalangan profesional murni.

Kementerian yang akan diisi kalangan profesional murni itu di antaranya, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, dan Kementerian Pertanian.

Jokowi menambahkan, dari 34 menteri tersebut, 3 di antaranya adalah Menteri Koordinator (Menko). Wakil Menteri kemungkinan akan ditempatkan hanya untuk Kementerian yang dianggap sangat membutuhkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya