Tim Transisi: Menteri dari Parpol Harus Punya Nilai Lebih

Nilai lebih itu misalnya kemampuan manajerial dalam memimpin sebuah organisasi dan gaya kepemimpinan yang lebih baik.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 18 Sep 2014, 07:04 WIB
Jokowi dan JK mengumumkan susunan kabinet yang berjumlah 34 kementerian tanpa membeberkan nama-nama menterinya, Jakarta, Senin (15/9/2014) (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Deputi Tim Transisi Eko Sandjojo mengungkapkan para menteri di Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang berasal dari profesional partai politik harus mempunyai nilai lebih dibanding menteri dari kaum profesional murni. Walau akan lebih direpotkan dengan tugas-tugas di partai, menteri dari parpol tetap memprioritaskan tugasnya di pemerintahan.

"Karena masuknya menteri dari partai politik harus bawa value (nilai) yang lebih dari menteri-menteri independen kan, kalau tidak apa gunanya," ujar Eko di Rumah Transisi Jokowi-JK, Jalan Situbondo 10, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2014).

Nilai lebih yang dimaksud oleh politisi PKB ini yaitu dari sisi politik, kemampuan manajerial dalam memimpin sebuah organisasi dan gaya kepemimpinan yang lebih baik. Terlebih, para profesional partai telah mempunyai pengalaman dalam suatu organisasi politik yang tidak dimiliki oleh para kaum profesional murni.

"Jadi sebenarnya yang diperlukan itu menteri yang punya leadership, value lebihnya itu dari sisi politiknya, kalau menteri dari parpol tidak bawa value itu percuma saja," kata dia.

Terkait dengan kesiapan PKB terlibat dalam kabinet pemerintahan, Eko mengatakan sejak awal partainya siap untuk turut berkontribusi dalam kabinet. Terkait dengan tugas kepartaian dan kementerian yang akan saling bersinggungan, Eko mengatakan hal tersebut tidak akan menjadi persoalan yang berarti.

"Sejak awal siap. Nah, Cak Imin (Muhaimin Iskandar)  sudah mengatakan kalau dipilih tugas-tugas hariannya kan bisa didelegasikan ke pengurus-pengurus partai yang lainnya,"kata Eko.

Untuk pengajuan nama-nama kader PKB yang akan diajukan sebagai menteri, Eko mengaku pihaknya telah memberikan nama-nama tersebut kepada Jokowi. Terkait siapa yang akan dipilih menjadi menteri dan berapa jatah menteri yang diberikan kepada PKB, pihaknya menyerahkan kepada Jokowi.

"Nanti dibicarakan Pak Jokowi dan Muhaimin. Kita sudah siapkan nama-namanya, tapi Pak Jokowi belum buka untuk nama-namanya, nanti pada saat yag tepat diumumkan," kata dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya